Pembicara seminar sehari yang dilaksanakan IJTTI di hotel Arya Duta pada 26/06 (kiri) Harry Tanoesoedibjo, (Tengah) Bagir Manan. Foto: Media Publcia/Rati
Pembicara seminar sehari yang dilaksanakan IJTTI di hotel Arya Duta pada 26/06 (kiri) Harry Tanoesoedibjo, (Tengah) Bagir Manan.
Foto: Media Publcia/Rati

Jakarta, Media Publica – Pesta Demokrasi akan segera datang. Berbondong-bondong calon wakil rakyat akan memperebutkan kursi kekuasaan pada pemilu 2014 mendatang. Media televisi dan pers memiliki peran yang sangat  besar dalam membentuk pola pikir masyarakat untuk mengambil keputusan sebagai pemilih serta menciptakan masyarakat yang cerdas dalam pemilu 2014.

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menggelar seminar sehari yang bertajuk “Peran Media Televisi Mencerdaskan Pemilih Dalam Pemilu 2014”, dimana acara ini diselenggarakan pada Rabu (26/6) yang bertempat di Ballroom Hotel Arya Duta, Jakarta. Tujuan seminar ini untuk mendorong tumbuhnya pemilih cerdas, sehingga pemilu mendatang diharapkan dapat menghasilkan anggota Legislatif dan Eksekutif sesuai dengan harapan masyarakat.

Pembicara yang turut hadir  pada kesempatan kali ini yaitu tokoh pers dan pengusaha media seperti, Bagis Manan (Ketua Dewan Pers), Mahfud MD (Mantan ketua Mahkamah Konstitusi), Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC Group), KPI Pusat, KPU Pusat, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I), dan juga Calon Legislatif dari kalangan Artis, seperti Wanda Hamidah, dan juga Charles Bonar Sirait.

Adapun peserta dalam seminar ini yaitu anggota DPR RI, KPI, Dewan Pers, Kominfo, Praktisi Pers, Tokoh dan Pengamat Pers, akademisi perguruan tinggi, LSM/NGO atau organisasi pers dikalangan mahasiswa. Tak luput dalam seminar sehari ini dibagi dalam empat sesi, yaitu Pada sesi pertama seminar dibuka oleh Ketua Umum IJTI Pusat yaitu Yadi Hendriana, ia mengatakan bahwa pentingnya seminar ini dilaksanakan karena tujuan kami adalah mendorong untuk menciptakan pemilih yang cerdas, sehingga dapat menciptakan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat.

Sesi kedua yaitu dibuka dalam diskusi panel yang diisi oleh Harry Tanoesoedibjo dan juga Bagir Manan, yang membicarakan tema besar dalam seminar kali ini yaitu melihat peranan media khususnya Televisi dalam mencerdaskan pemilih pemilu 2014. Poin yang disampaikan oleh Bagir Manan yaitu mengenai empat hal yang berkaitan dengan pers dan juga kelengkapan saat peserta pemilu diantara salah satunya ia mengatakan “Pers dapat membentuk peradaban yang demokratis yang baik, pers juga sebagai penjaga demokrasi serta menumbuhkan sikap keterpelajaran diantara kaum pers.

Harry Tanoesoedibjo juga menjelaskan bahwa pentingnya peranan televisi dalam masyarakat karena saat ini televisi menyumbang 95% sebagai media yang sering dikonsumsi masyarakat dan juga Indonesia adalah Negara tertinggi untuk waktu menonton Televisi selama 5 jam sehari, lalu masalah permasalahan bangsa dan Harapan agar IJTI dapat memposisikan diri menjadi kritis dan terbuka.

Sesi ketiga, diskusi panel kali ini  yaitu membahas mengenai media dan pemilu, dalam hal ini menitikberatkan bahwa harus bersikap objektif dan komprehensifdan tidak meliput atau memberitakan  hanya sepihak.

Sesi terakhir, diskusi panel ini yaitu menjelaskan media sebagai industry citra dalam hal ini citra dan reputasi harus diikuti dengan fakta, sehingga track record pemimpin jelas.

Lain hal datang dari Arief Suditomo selaku pemimpin redaksi pada stasiun Tv swasta di Jakarta, ia mengaku untuk menghadapi pemilu 2014 yang akan datang ia akan melakukan hal-hal yang normatif, “industry televisi sudah dibentengi tiga regulasi Undang-undang Pers, P3SPS, kemudian Kode etik.”

Arief juga mengatakan bahwa ia bukan hanya sekedar  memberikan informasi dalam melakukan operasional pemilu namun mengedukasi pemilih agar menjadi pemilih yang bijaksana dan cerdas, sehingga upaya untuk meminimalisir golput dalam pencoblosan.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk kembali melihat latar belakang peserta pemilu, tidak berpaku dengan figure yang notabene keren dan badan besar tapi juga harus melihat partai yang mewadahinya” Ungkap pria yang menjadi Caleg ini

Media Televisi saat ini menjadi konsumsi utama publik dalam hal memperoleh informasi. Tidak hanya itu, media televisi juga menjadi peluang bagi orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam berpolitik, masyarakat harus cerdas dalam menentukan nasib Indonesia untuk lima tahun ke depan dengan memilih pemimpin yang objektif.

Reporter: Rati Prasasti

713 total views, 8 views today