Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Mulutmu Harimaumu. Mungkin istilah itu sering kali keluar kala terjadi suatu boomerang terhadap kata-kata yang keluar dari mulut kita. Namun, apa jadinya bila boomerang itu muncul karena tulisan-tulisan kita di Media Sosial?

Media sosial yang kini menjadi penyambung lidah, membuat perannya menjadi penting dalam kehidupan sosial. Pertemanan, relasi bisnis, hingga pertengkaran dapat muncul lewat media sosial. Tak sedikit pula ulah para penggaet media sosial mampu membuat geger, ada pula yang harus melewati proses hukum karena tingkah polanya. Berikut Media Publica telah merangkum fenomena di media sosial yang jadi perbincangan selama tahun 2014.

1. Ocehan Tentang Tempat Duduk di Commuter Line

Akibat kekesalannya karena seorang ibu hamil meminta tempat duduk di Commuter Line, membuat wanita bernama Dinda ini menjadi pembicaraan sekitar bulan April 2014 lalu. Kekesalan yang ia tumpahkan lewat Path, membuatnya dicaci maki dan dihina, bahkan menjadi trending topic selama beberapa hari. Prioritas duduk untuk ibu hamil, lansia dan orang cacat turut diperhatikan kembali sejak peristiwa ini. Dinda pun sempat meminta maaf melalui media sosialnya atas celotehnya yang membuat orang-orang geram.

 

 

 

2. Komentar Buruk Tentang Kota Jogja

Bermula dari antrean panjang saat hendak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di sebuah SPBU di kota Jogja, seorang wanita bernama Florence Sihombing atau yang kerap disapa Flo, nasibnya berakhir di pengadilan. Flo, yang kala itu membawa motor, mengantre di barisan mobil namun ditolak oleh petugas SPBU dan ditegur untuk kembali ke antrean motor.

Lantaran kesal tidak dilayani mengisi BBM di antrean mobil, membuat Flo menumpahkan emosinya lewat media sosial Path dan berkata buruk tentang kota Jogja pada Agustus lalu. Siapa sangka, ocehannya di media sosial menjadi pembicaraan dan dihina, bahkan dilaporkan ke Polda Yogyakarta dengan pasal penghinaan, pencemaran nama baik, dan provokasi mengkampanyekan kebencian, serta terancam hukuman penjara selama 6 bulan dan denda Rp 1 Milyar.

3. Hina Kota Bandung Dilaporkan Walikota

Setelah kasus Florence yang menghina kota Jogja, kota Bandung jadi sasaran hinaan berikutnya. Seorang pria yang memiliki nama akun twitter @kemalsept ini menjadi bahan pembicaraan berikutnya. Hinaannya akan kota Bandung lewat akun twitternya dirasa terlalu kelewatan, bahkan oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Ridwan yang juga jadi sasaran ocehannya pun akhirnya melaporkan pria tersebut itu ke Mapolrestabes Bandung dengan pelaporan penghinaan dan pencemaran nama baik.

4. Hina Presiden Jokowi Berujung ke Jalur Hukum

Kehebohan persaingan politik pada tahun 2014 ini tidak kalah menimbulkan permasalahan. Bukan masalah dari masing-masing kubu, namun berasal dari para pendukung yang kala itu saling menghina dan melempar ocehan buruk lewat media sosial. Kali ini media sosial Facebook jadi saksi kasus yang menyangkut seorang pria asal Kramat Jati, Jakarta Timur, Muhammad Arsyad. Suasana persaingan kubu politik membuat Arsyad ikut di dalamnya.

Arsyad yang kala itu menjadi pihak kontra dengan Joko Widodo, mengunggah gambar-gambar tidak senonoh dengan menggunakan foto Jokowi. Akibat ulahnya ini, Arsyad dijerat pasal berlapis atas pencemaran nama baik dalam Undang-Undang ITE dan UU Pornografi, serta terancam mendapat hukuman mencapai 10 tahun penjara. Namun, Arsyad kini telah dibebaskan dan bertemu secara langsung dengan Jokowi untuk meminta maaf, setelah sebelumnya orang tua Arsyad telah menemui Jokowi dan mengharapkan pembebasan atas anaknya.

Ocehan Fadilah tentang Peristiwa Air Asia
Ocehan Fadilah tentang Peristiwa Air Asia

5. Hilangnya Empati Kecelakaan QZ8501

Satu lagi kejadian menggegerkan yang datang dari media sosial. Kali ini berasal dari seorang pria bernama R. Fadilah Muchtar Natanegara lewat akun Path miliknya. Kejadian memilukan atas kecelakaan yang menimpa para penumpang dan awak pesawat Air Asia QZ8501 justru disambut gembira oleh pria ini. Pasalnya, dalam postingan yang dibuatnya, ia berharap pesawat dengan harga murah untuk jatuh dan hilang di angkasa. Ia pun menyampaikan bahwa ia tidak pernah menaiki pesawat murah karena dianggap tidak aman. Ocehan ini mendapat tanggapan sinis dari para penggaet media sosial. Melalui akun Facebooknya, pria ini pun akhirnya meminta maaf kepada semua pihak atas olokannya yang menyinggung peristiwa yang terjadi pada Minggu (28/12) lalu.

 

Reporter: Dwi Retnaningtyas

Editor: Rarasati Anindita

1,300 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.