Sumber : Tempo.co
Sumber : Tempo.co

Jakarta, Media Publica – Kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Ternate, Maluku Utara. Seorang Jurnalis bernama Roby Kelerey tertembak saat sedang meliput demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Selain itu, Anton jurnalis Trans 7 juga terkena Peluru di Pelipis bagian kanan.

Dalam rilis yang diterima oleh Mediapublica.co, Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Ternate, Budi Nurdianto mengatakan bahwa Roby tertembak dari belakang hingga mengenai paha kirinya. Budi menjelaskan saat itu Roby sedang mengambil foto gerombolan mahasiswa yang hendak berdemo di Kantor Wali Kota Ternate. Namun, kata Budi, polisi sudah menghadang mahasiswa di Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan.

“Ini semakin membuktikan POLRI tidak taat terhadap UU Jurnalistik dimana jurnalis yang melakukan peliputan di Lindungi UU.” Ungkap Budi, Jakarta, Senin (17/07).

Selain itu, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) juga menilai bahwa  lingkaran kekerasan yang berulangkali terjadi terhadap jurnalis oleh aparat keamanan telah menunjukan pemahaman terhadap kebebasan pers yang terjadi di kalangan Kepolisian maupun Militer sangatlah lemah.

Oleh karena itu, dalam surat elektroniknya, Kepala divisi (Kadiv) Advokasi PWJ, B Ali Priambodo mengatakan bahwa sesuai dalam pelaksanaan tugas jurnalistik yang di lindungi oleh UU pers no 40 tahun 1999, PWJ menuntut Kapolri Jenderal Timur Pradopo untuk mencopot Kapolda Jambi dan Kapolda Maluku Utara, menindak secara hukum oknum anggota Kepolisian personil maupun satuan setingkat yang menangani aksi unjuk rasa Hari ini di Ternate dan Jambi, memberikan ganti rugi kepada wartawan yang menjadi korban salah tembak.

“Kami juga mendesak Kapolri Timur Pradopo Mundur dari Jabatannya dan bubarkan forum Pemred,” tambahnya.

 

Reporter : Danny Kosasih

820 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.