Jakarta, Media Publica –  Dalam rangka memperingati Hari Down Syndrome Sedunia, LearnMore Online Class bekerja sama dengan Carys Cares, sebuah organisasi sosial peduli Down Syndrome, mengadakan kampanye virtual bernama Down Syndrome Awareness Virtual Campaign di aplikasi Instagram. Acara dilaksanakan pada tanggal 21 – 26 Maret 2021 yang diikuti oleh puluhan peserta dengan cara mengunggah konten kreatif di akun Instagram-nya bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan dan fakta tentang Down Syndrome.

Sebagai penutup acara, diadakan kegiatan live Instagram edukatif bersama Carys Mihardja, penggagas Carys Cares, dengan mengangkat judul acara “Taking Steps for Big Impacts” pada Sabtu (27/3) pukul 19.00 WIB. Saat sesi live learning tersebut, Carys memberikan informasi tentang asal usul Carys Cares dan segala usaha yang dilakukan dalam membantu komunitas penyandang Down Syndrome. 

Suasana live learning yang dilakukan di akun Instagram @learnmore.id dengan Carys Mihardja sebagai pembicara, Sabtu (27/3). (Foto: Dokumentasi LearnMore Online Class)

Carys Cares sendiri diciptakan dari rasa kepedulian dan cinta Carys terhadap komunitas penyandang Down Syndrome. Perasaan awal itu muncul ketika ia menghadiri perayaan World Down Syndrome Day 2018 yang diselenggarakan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Selama acara berlangsung, Carys mengaku senang dengan sikap yang ditunjukkan penyandang Down Syndrome dan ingin mencari tau lebih lanjut mengenai Down Syndrome di Indonesia.

“Waktu itu, di Hari Down Syndrome Sedunia 2018, Carys datang ke acara yang diselenggarakan POTADS di Bundaran HI. Ini pertama kalinya aku bertemu dengan anak-anak Down Syndrome dan saat itu juga aku langsung jatuh cinta kepada mereka,” tutur Carys. 

Namun, setelah ditelusuri lebih jauh, ia beranggapan isu Down Syndrome di Indonesia masih sangat jarang dibicarakan dan seringkali mendapatkan stigma yang salah. Berangkat dari itu, Carys mencari cara untuk membantu penyandang Down Syndrome agar mendapatkan tempat yang sama di masyarakat dan mengakhiri stigma-stigma negatif yang ada. 

Pendekatan yang dilakukan Carys Cares dalam menyebarkan kesadaran akan Down Syndrome berbeda dengan organisasi non profit lainnya. Carys memilih untuk membentuk model bisnis yang unik dan berkelanjutan dengan cara membuat barang dagangan spesial dari karya-karya komunitas penyandang Down Syndrome untuk menyampaikan kisah mereka.

“Carys ingin menyebarkan awareness akan Down Syndrome, bukan hanya untuk menggalangkan dana. Jadi menurut Carys, dengan bisnis model ini banyak orang jadi mengetahui potensi anak-anak penyandang Down Syndrome. Carys ingin menyebarkan pemikiran bahwa anak penyandang Down Syndrome pun punya karakteristiknya sendiri-sendiri. Kita tidak bisa memberikan label mereka sebagai orang penyandang Down Syndrome saja. Mereka memiliki nama, karakter, dan passion yang berbeda-beda, sama seperti kita semua,” jelas Carys.

Beberapa konten kreatif yang diunggah peserta virtual campaign. (Foto: Dokumentasi LearnMore Online Class)

Selama empat tahun berjalannya Carys Cares, tentu tidak luput dari adanya hambatan, salah satu hambatan datang dari warganet yang memberikan beberapa komentar negatif di unggahan kegiatan mereka. “Tentunya hambatan pasti ada, contohnya waktu itu pernah ada netizen yang bilang kalau ini adalah lukisan Carys, bukan lukisan anak penyandang Down Syndrome,” ucap Carys. 

Meskipun begitu, Carys menggunakan hambatan sebagai motivasi untuk lebih menyebarkan kesadaran akan Down Syndrome karena respon semacam itu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang berpikir penyandang Down Syndrome tidak bisa bertalenta. Baginya, mereka itu perlu diberikan dukungan dan kekuatan, bukan dikasihani. Penderita juga berhak mendapatkan hidup seperti individu lainnya.

Mengenal Down Syndrome

Melansir dari unggahan Carys Cares di Instagram, Down Syndrome sendiri merupakan kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak disebabkan oleh abnormalitas perkembangan kromosom. Jika pada orang normal dalam dirinya hanya terdapat dua kromosom ke-21, penderita Down Syndrome memiliki tiga kromosom 21. 

Penderita Down Syndrome akan mudah dikenali dari bentuk wajahnya yang khas. Selain itu, adanya satu garis horizontal pada telapak tangan atau yang dikenal dengan istilah simian crease. Ciri lainnya pula terdapat jarak yang berlebih antara jempol kaki dan telunjuk kaki, bentuk kuping yang abnormal, dan jari kelingking hanya memiliki satu sendi.

Selain itu, individu dengan Down Syndrome lebih mudah mengalami infeksi di dalam tubuh dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki riwayat gangguan genetik ini. Hal tersebut disebabkan adanya gangguan dalam sistem kekebalan tubuh bagi penyandang Down Syndrome. Oleh karena itu, sangat penting bagi mereka untuk terus memelihara kesehatan serta menjaga daya tahan tubuh setiap harinya.

Live learning ditutup dengan diumumkannya tiga pemenang kampanye terbaik dan penyampaian kata-kata penyemangat dari Carys untuk memotivasi audiens. “Ingat kalau kita hidup tidak sendirian. Ada banyak hal yang kita miliki dengan prestasi kita dan anugerah yang sudah kita dapati dari tuhan. Gunakan itu untuk good use, untuk membantu orang lain, bukan cuma untuk our selfish intent atau untuk diri sendiri,” tutup Carys. 

Reporter: Fransiska Angelina Widiyanti

Editor: Media Publica

 665 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.