Jakarta, Media Publica – Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) Telefikom Fotografi kembali mempersembahkan gelar karya fotografi setelah lama hiatus kegiatan akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Berbeda dari biasanya, gelar karya yang mengambil judul Enigma ini dilaksanakan secara virtual melalui situs artsteps.com.

“Enigma menjadi titik balik bagi kami untuk kembali berkarya. Setelah sempat redup selama beberapa waktu, gelar karya ini menjadi gebrakan awal atas adaptasi kebiasaan baru yang telah kami terapkan,” ujar Ketua Pelaksana Enigma, Aldi Nurfiqriansyah saat dihubungi Media Publica, Jumat (23/4).

Selain menjadi gebrakan awal, Aldi mengatakan Enigma sejatinya juga dibuat sebagai pengganti program kerja (proker) wajib yang dimiliki oleh WKM Telefikom Fotografi. Mengingat sejak Badan Pengurus Harian (BPH) periode 2019-2020 dilantik, belum ada kegiatan pameran karya yang dilakukan karena terhalang pandemi.

Dalam pagelaran fotografi edisi virtual ini, WKM Telefikom Fotografi mengambil “Fenomena” sebagai tema yang diangkat. Fenomena sendiri memiliki arti sebagai suatu kejadian yang dapat disaksikan dan dirasakan secara langsung oleh panca indera. Fenomena mengingatkan seorang fotografer atau khalayak yang berkunjung akan pentingnya mengamati kehidupan sosial untuk merasakan langsung apa yang terjadi di sekitar kita.

“Melalui fenomena, kami ingin menguraikan setiap karya yang dibuat masing-masing pameris dalam menafsirkan kejadian di dunia nyata. Sehingga, setiap gambar yang ditampilkan dalam gelar karya ini memiliki makna yang dekat dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Aldi.

Suasana Gelar Karya Fotografi “Enigma” yang diselenggarakan secara virtual melalui situs artsteps.com, Sabtu (24/4). (Foto: Media Publica/Dzaky)

Aldi mengaku tak sedikit kendala yang dialami dalam perjalanan menggelar pameran secara virtual. Mulai dari sistem yang digunakan masih terlalu awam, komunikasi dengan panitia lain yang tak berjalan mulus, hingga mengatur tata letak foto agar enak dipandang khalayak.

Ia mengungkap perbedaan antara pameran secara langsung dan pameran yang digelar virtual begitu terasa. Pameran yang direncanakan secara virtual menurutnya seringkali mengalami banyak kendala dalam setiap progres pengerjaannya. Sebab, ia tidak bisa memantau secara langsung kinerja para anggotanya.

“Biasanya kita melakukan rapat progres secara tatap muka, pembagian tugas diberikan dengan lugas dan jelas. Para panitia bisa langsung sigap melaksanakan mandat yang diberikan saat itu juga. Namun, saat rapat progres secara virtual, para panitia beberapa kali menunda pekerjaan yang ada dan merembet menimbulkan masalah lain,” ungkap anggota WKM Telefikom Fotografi angkatan 27 tersebut.

Namun, dibalik banyaknya masalah yang timbul, Aldi tetap berpikir positif. Ia mengatakan pameran virtual tidak sepenuhnya buruk. Menurutnya, banyak hal yang bisa dipetik dan dijadikan pelajaran untuk kedepannya. Terlebih, kondisi saat ini masih belum pulih dan kemungkinan besar WKM Telefikom Fotografi bakal menggelar pameran lain secara virtual. 

Hanya saja, Aldi menyayangkan hanya sedikit pameris yang dapat berpartisipasi dalam gelar karya virtual edisi perdana ini. Seperti diketahui, hanya ada enam pameris yang menunjukkan eksistensinya dalam kesempatan ini, yaitu Alda Nurfiqriansyah (Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) 2017), Aldi Nurfiqriansyah (Mahasiswa Fikom 2017), Guruh Wiratama (Mahasiswa Fikom 2017), Fahmi Nurzaki (Mahasiswa Fikom 2018), Arissa Rahma (Mahasiswi Fikom 2019), dan Muhammad Faisal (Mahasiswa Fikom 2019).

“Kami sebenarnya memiliki target 10 pameris yang berpartisipasi dalam gelar karya ini. Kami juga sempat mengundur waktu pameran demi menunggu teman-teman yang lain. Namun, antusias mereka tampaknya masih kurang terhadap pelaksanaan acara ini,” kata Aldi pasrah.

Salah satu karya pameris yang mengambil judul “Rumah”. (Foto: Media Publica/Dzaky)

Selain melaksanakan gelar karya secara virtual, WKM Telefikom Fotografi juga membuat dua edisi webinar saat pra acara berlangsung dan satu live Instagram sebelum gelar karya dimulai.

“Kami menggelar dua webinar berjudul “Jurnalis Vs Corona” dan “Selling Photography Skills Through Wedding Event” sebagai pra acara dalam gelar karya ini dan Ngebacot Tentang Fotografi (NGEBOTI) mengenai perkembangan fotografi di Indonesia sebagai pengantar utama jelang dibukanya gelar karya,” terang Aldi.

Aldi berharap gelar karya ini mampu mendobrak kembali euforia pameran fotografi dan membangun semangat anggota WKM Telefikom Fotografi untuk terus berkarya. Baginya, pandemi bukan halangan yang dapat menghentikan kreativitas, oleh karena itu semoga kedepannya lebih banyak lagi pameris yang berpartisipasi. 

Gelar karya virtual Enigma sendiri berlangsung selama tujuh hari dan sudah dilaksanakan pada 18 – 25 April 2021. Bagi MPers yang ingin melihat karya menarik dan penuh makna dalam gelar karya ini bisa langsung mengunjungi https://www.artsteps.com/view/607a7b03f57142c12ca900f1.

Reporter: Dzaky Nurcahyo

Editor: Media Publica

 188 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.