Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Berbagai persiapan menuju pemilihan Ketua Senat Mahasiswa (Senma) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UPDM(B) periode 2016-2017 telah dilakukan, salah satunya dengan membentuk Komisi Pemilihan Raya (KPR). KPR yang memiliki tugas untuk merekrut calon Ketua Senma, pada tahun ini memiliki metode pendaftaran yang berbeda dari tahun sebelumnya, yakni metode pendaftaran secara online.

Rastiaka Dwaraditra selaku ketua KPR memaparkan bahwa pendaftaran online sebagai jembatan untuk mempermudah mereka (red-mahasiswa) yang ingin mendaftar sebagai calon ketua Senma, “kami memang belum mempunyai website tersendiri untuk pendaftaran online ini, tetapi kami memanfaatkan beberapa jejaring sosial untuk melakukan pendaftaran calon seperti Line dan Whatsapp,” tuturnya.

Mengenai mekanisme pendaftaran online ini, Bianca Alizdky selaku Humas KPR, menjelaskan jika pendaftaran dapat dilakukan melalui akun Line pribadinya. Bianca menambahkan, berbagai publikasi telah dilakukan guna menarik minat mahasiswa untuk mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Senma Fikom, yakni dengan menyebar flyer dan publikasi via Line, “ada Line official Senat Mahasiswa, lewat situ publikasinya. KPR juga buka pendaftaran via online, lewat Line saya,” ujarnya saat ditemui Media Publica pada Selasa (3/5).

Salah satu strategi publikasi KPR yakni woro-woro yang disebar baik online maupun offline di lingkup UPDM(B) (Sumber: Official Line DPM Fikom UPDM(B))
Salah satu strategi publikasi KPR yakni woro-woro yang disebar baik online maupun offline di lingkup UPDM(B)
(Sumber: Official Line DPM Fikom UPDM(B))

Hingga saat ini, jumlah mahasiswa yang mendaftar sebagai calon Ketua Senma Fikom hanya satu orang. Mengingat masih minimnya mahasiswa yang mendaftar, Rastiaka membahas strategi perekrutan yang akan dilakukan KPR, yakni dengan meluncurkan video iklan mengenai pendaftaran calon Ketua Senma.

“Membahas tentang strategi perekrutan, kami sudah beriklan dengan woro-woro, komunikasi dengan para mahasiswa/i umum, dan dalam waktu dekat kamu juga akan meluncurkan video iklan tentang pendaftaran calon ketua senat ini,” ujarnya.

Metode online pendaftaran calon ketua senat ditanggapi beragam oleh mahasiswa, salah satunya Akmal Monteski. Ia menyambut positif hal ini dalam rangka mengikuti perkembangan media, “menurut saya bagus kalau pendaftaran calon ketua senat lewat online juga. Seiring berkembangnya media, itung-itung juga menggunakan medsos (red-media sosial) atau jejaring sosial,” ujar mahasiswa angkatan 2013 ini. Senada dengan Akmal, Muhammad Miftah Faiz mengatakan bahwa, metode ini sangat efektif mengingat telah masuk ke zaman modern dimana hampir setiap orang memegang ponsel.

Lain halnya dengan dua pendapat dari Bajuri Adam dan Gede Adnyana Bandesa, mahasiswa Fikom angkatan 2014, mengutarakan pendapat mereka. Mereka berpendapat jika sosialisasi harus diutamakan dibandingkan metode pendaftaran secara online. “Kalo menurut gue bukan online-nya yang penting, tapi bikin sounding sama awareness-nya ke anak-anak Fikom,” ujar Gede.

“Kalau sistem online ini kendalanya teman-teman kampus belum tahu seratus persen karena belum ada sosialisasinya,” tukas Bajuri.

Reporter: Jurnal Indonesia & Rangga Dipa Yakti

Editor: Dianty Utari Syam

 3,756 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.