
Jakarta, Media Publica – Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) bersepakat akan turun ke jalan pada Kamis (21/5) untuk peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Bersama massa mahasiswa seluruh Indonesia, harkitnas kali ini tak lagi membawa prinsip menggulingkan sebuah rezim melainkan membawa sebuah tuntutan demi kesejahteraan bangsa.
Ketua BEM Universitas Indonesia Andi Aulia Rahman mengatakan unjuk rasa mahasiswa akan ditujukan untuk menyadarkan pemerintah tentang masalah yang dihadapi bangsa saat ini dan masa depan. “Kami ingin membangunkan Presiden tentang persoalan di depan mata. Terlalu dini untuk mengeluarkan hal itu (red-pelengseran Presiden),” ucap Andi seperti yang dilansir dari Kompas.
Terdapat tiga hal yang menjadi tuntutan mahasiswa. Tuntutan di bidang hukum, Presiden diminta untuk menjamin penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada sektor energi, tuntutan yang dituju yaitu penerapan batas atas harga bahan bakar minyak. Kekacauan pelaksanaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menjadi sorotan mahasiswa di bidang kesehatan. Mahasiswa turut mendesak pemerintah untuk mengendalikan harga bahan kebutuhan pokok.
Pada Senin (18/5) sejumlah perwakilan BEM yang tergabung dalam BEM SI mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk bertukar pikiran terkait berbagai persoalaan bangsa. Awalnya BEM SI akan turun ke jalan pada Rabu (20/5) namun niat itu diurungkan. Hal ini dikarenakan adanya isu penyusupan agenda untuk menurunkan Presiden Joko Widodo pada unjuk rasa Hari Kebangkitan Nasional.
Selain BEM SI, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) juga tidak melakukan aksi demonstrasi pada Hari Kebangkitan Nasional tahun ini. Sekretaris Jenderal Presidium GMNI Bintar Lulus Pradipta mengatakan komunikasi antara GMNI dengan Presiden telah terjalin dengan baik. Ia juga mengaku GMNI berhasil menyampaikan aspirasinya kepada Presiden saat pertemuan Senin lalu.
Sumber: Kompas & CNN Indonesia
Editor: Rarasati Anindita
2,780 total views, 3 views today
