Keindahan Hutan di Kalimantan. (Sumber: National Geographic)
Keindahan Hutan di Kalimantan.
(Sumber: National Geographic)
Kalimantan, Media Publica – Kerap kali disebut sebagai paru-paru dunia, Pulau Kalimantan justru mulai dikhawatirkan dan keragaman hayati hutannya terancam punah.

Pulau Kalimantan yang ditetapkan sebagai paru-paru dunia dalam peraturan presiden yang ditandatangani pada Januari 2012 (turunan dari UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang) ini dijadikan pusat biodiversitas terpenting di dunia. Selama lebih dari 150 tahun, Pulau Borneo sendiri telah menjadi magnet bagi para peneliti dan beberapa penemuan terakhir mampu memberi kesibukan bagi para ahli taksonomi untuk mengklasifikasi beberapa jenis spesies baru hingga berpuluh tahun ke depan.

Menyimpan beranekaragam flora dan fauna, menghilangnya jantung Kalimantan dijadikan sebuah tragedi luas untuk seluruh dunia. Pasalnya, hal tersebut akan disusul dengan kepunahan luar biasa bagi banyak spesies di Kalimantan yang belum terjamah dunia. Dalam laporan WWF (Jakarta, 2008) dengan tajuk ‘Dunia yang Hilang Borneo’, hutan ini dilaporkan sebagai satu tempat yang tersisa di Asia Tenggara dan hutannya habis dengan cepat dibawah tekanan manusia, namun masih dapat dilestarikan dalam skala besar. Flora dan fauna di hutan perbatasan yang berada di lintas batas antara Indonesia, Malaysia dan sebagian Brunei ini sangat terancam akibat kerusakan dan pecahnya keutuhan hutan. Hal ini dikarenakan adanya pembalakan, peladangan tebang-bakar dan pembuatan jalan dalam hutan.

Keberlangsungan hutan ini sangat bergantung pada kerjasama antar negara. Inisiatif untuk menggencarkan penyelamatan atas hutan Kalimantan sudah dilakukan sejak beberapa tahun lalu oleh tiga negara terkait dan mereka didorong untuk mengesahkan kesepakatan bersama dalam pengelolaan konservasi lintas batas.

Sumber : nationalgeographic dan tempo.co
Editor : Dwi Retnaningtyas

 1,813 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.