
Sumber: Wikimedia.org
Medan, Media Publica – Ada yang baru dari Deli Serdang, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (25/07) lalu. Ya, kini peran Bandara Polonia digantikan oleh Kuala Namu International Airport (KNIA) yang saat ini mulai beroperasi. Bandara internasional ini pun digadang-gadang akan menjadi bandara terbaik di Indonesia, menurut Dahlan Iskan, selaku Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Berukuran sepuluh kali lipat lebih luas dari Bandara Polonia dan berdiri di lahan seluas 1.365 hektare, KNIA dibangun selama enam tahun dengan anggaran mencapai Rp 5,8 triliun. Selain itu, bandara internasional ini mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 747-400 serta Airbus. Luas terminalnya pun mencapai 118.930 meter persegi.
Dihari pertama pembukaannya, Dahlan berujar bahwa pelayanan yang diberikan saat ini belum maksimal karena masih terdapat beberapa pekerjaan yang belum selesai.
“Kami mau pastikan semuanya siap tanpa kendala. Semua sistem harus siap memberikan pelayanan terbaik. Pelan-pelan, akhir tahun nanti semuanya beres dan kami bisa memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Berkaca pada Bandara Internasional Incheon di Korea Selatan, inilah yang membawa PT Angkasa Pura II berambisi menyiapkan KNIA untuk menjadi bandara yang diperhitungkan secara internasional dan mampu menjadi bandara penghubung terbesar di kawasan Asia Tenggara, serta mampu mengalahkan Bandara Internasional Changi di Singapura dan Bandara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia pada tahun 2018.
“Maka kami (Kuala Namu) juga menargetkan lima tahun (untuk mengalahkan bandara di Singapura dan Malaysia) dengan kerja keras serta dukungan dari pemerintah daerah,” kata Tri S. Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, beberapa waktu lalu.
Keunggulan yang dimiliki KNIA diantaranya sistem navigasinya yang lebih canggih, terintegrasinya sistem transportasi jalan tol dan kereta api yang berhenti langsung di area bandara, serta tempat pengisian bahan bakar pesawat yang telah terintegrasi juga dengan bandara.
Selain itu, bandara ini memiliki tingkat pendeteksi keamanan tertinggi hingga level 5. Dengan adanya teknologi ini, memungkinkan penumpang untuk check-in bagasi manapun tanpa takut barangnya tertukar jadwal penerbangan. Bandara ini juga dilengkapi 8 garbarata (avio bridge) yang menghubungkan penumpang langsung dari area keberangkatan di dalam terminal menuju kabin pesawat.
Ke depannya, penerbangan dari Indonesia menuju negara-negara lain tak perlu transit di Kuala Lumpur atau Singapura karena dapat langsung terbang dari KNIA. Sebaliknya, penerbangan dari luar negeri menuju Indonesia juga tidak perlu transit di Changi atau Kuala Lumpur.
“Masyarakat Sumut sudah lama mendambakan adanya bandara yang baru. Bandara ini adalah kebanggaan masyarakat Sumut,” kata Wakil Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi.
Sumber: Viva News dan Tribun News
Editor: Desi Widiastuti
2,932 total views, 3 views today
