Antonio Gramsci
Antonio Gramsci

Media Publica – Antonio Gramsci lahir di Sardinia, Italia pada 22 Januari 1891. Sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara yang sejak lahir berpunggung bungkuk telah membuatnya rapuh dalam menghadapi kemiskinan dan penderitaan. Ia tumbuh dengan tekanan psikologis, introvert dan paranoid pada penyangga tubuhnya. Keluarganya tergolong kelas bawah, meskipun tidak miskin. Ayahnya pada tahun 1897 dihukum atas tuduhan kecurangan administratif. Hingga akhirnya ketika bebas ayahnya tidak lagi bekerja dan keluarganya pun hidup dalam kemiskinan.

Tahun 1903, Gramsci harus meninggalkan sekolah dan bekerja membantu ekonomi keluarganya. Dengan segala susah payah, Gramsci bisa melanjutkan pendidikannya kemudian, bahkan sampai masuk kuliah dan berkenalan dengan bacaan dan aktivitas politik kaum sosialisme. Ketika suasana kota Cagliari tempat ia sekolah memburuk, ia mulai menyadari sejarah masyarakatnya. Ia mulai rajin membaca pamflet sosialis dan buku sejarah untuk mendapatkanperspektif situasi saat itu.

Tonggak perubahan hidupnya bermula di Universitas Turin tempat ia kuliah dari beasiswa yang seadanya. Di sana ia bertemu dengan tokoh-tokoh penting, baik akademisi maupun politisi, terutama Benedicto Croce, “Godfather” lingkungan intelektual Italia saat itu.  Setelah banyak berdiskusi dengannya, Gramsci mulai terbuka pandangannya tentang dunia.

Konflik utara dan selatan yang pada akhirnya menghasilkan selatanisme dari kemelut kebijakan ekonomi di Turin seusai ia kuliah menjadi semangat Gramsci dalam mengekspresikan politiknya. Di tahun 1913. Pertama kalinya ia berhubungan dengan gerakan sosialis di Turin. Setalah itu ia juga aktif di jurnalistik (mingguan partai sosialis “jerita tangis rakyat” dan avanti), sebagai editor, kolumnis, dan analis.

Di tahun 1917, setelah pemberontakan yang secara tiba-tiba di Turin oleh para pekerja dan ditahannya sebagian besar pemimpin sosialis, Gramsci terpilih sebagai Komite sementara Partai Sosialis. Gerakan perlawanan ini berlanjut yang kemudian dikenal dengan gerakann Dewan Pabrik di Turin. Januari 1921 partai Sosialis pecah, dan kemudian berdiri partai komunis Itali (PCI), saat itu Grammsci terpilih menjadi pengurus pusat. Saat itu pula ia mulai berseberangan dengan sekretaris umumnya Bordiga seputar konsep Fasisme yang sangat berbahaya. Fasisme adalah gerakan politik yang didirikan mantan pemimpin Sosialis, Benito Mussolini yang pada Oktober 1922 ditunjuk sebagai perdana menteri, dan Fasisme pun ikut menenggak kekuasaan.

Fasis Itali memberangus semua gerakan kiri Itali, Gramsci pun ditangkap dan diisolasi tepatnya pada 8 Nopember 1926. Sampai akhirnya pada tanggal 27 April 1937 setelah lama menderita sakit pendarahan otak ia akhirnya menghembuskan napas terakhirnya. Sepuluh tahun kemudian kumpulan surat-suratnya Gramsci dari penjara diterbitkan dan berlanjut dengan terbitnya karya-karya monumental Gramsci.

Pemikiran “Hegemoni” Gramsci

Gramsci berpendapat bahwa budaya Barat sangat dominan terhadap budaya di negara-negara berkembang, sehingga negara berkembang terpaksa mengadopsi budaya Barat hal tersebut disebutnya sebagai hegemoni.

Gramsci menjelaskan bahwa hegemoni merupakan sebuah proses penguasaan kelas dominan kepada kelas bawah, dan kelas bawah juga aktif mendukung ide-ide kelas dominan. Di sini penguasaan dilakukan tidak dengan kekerasan, melainkan melalui bentuk-bentuk persetujuan masyarakat yang dikuasai.

Bentuk-bentuk persetujuan masyarakat atas nilai-nilai masyarakat dominan dilakukan dengan penguasaan basis-basis pikiran, kemampuan kritis, dan kemampuan-kemampuan afektif masyarakat melalui konsensus yang menggiring kesadaran masyarakat tentang masalah-masalah sosial ke dalam pola kerangka yang ditentukan lewat birokrasi (masyarakat dominan). Di sini terlihat adanya usaha untuk menaturalkan suatu bentuk dan makna kelompok yang berkuasa .

Dengan demikian mekanisme penguasaan masyarakat dominan dapat dijelaskan sebagai berikut:

Kelas dominan melakukan penguasaan kepada kelas bawah menggunakan ideologi. Masyarakat kelas dominan merekayasa kesadaran masyarakat kelas bawah sehingga tanpa disadari, mereka rela dan mendukung kekuasaan kelas dominan. Sebagai contoh dalam situasi kenegaraan, upaya kelas dominan (pemerintah) untuk merekayasa kesadaran kelas bawah (masyarakat) adalah dengan melibatkan para intelektual dalam birokrasi pemerintah serta intervensi melalui lembaga-lembaga pendidikan dan seni.

Sumber:

Buku Epistemologi Kiri. Ar Ruzz Media. Sutiyono. Yogyakarta.

Buku The Contemporary Discourse on Civil Society: A Gramscian Critique. Joseph A Buttigieg.

Editor: Cheppy Setiawan

1,175 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *