Edward Snowden
Edward Snowden, Pembocor sandi yang buron asal Amerika Serikat.
Foto: suaraindonesia.co

Amerika Serikat, Media Publica – Amerika Serikat menerapkan tekanan terhadap Rusia dan China untuk mengusir pembocor sandi buron asal AS, Edward Snowden, yang memungkin kan hal ini  akan menjadikan Moskow dan Beijing kian dekat.

Seperti yang dilansir dari situs berita Antara,  Alexei Pushkov, yang memimpin panitia urusan luar negeri majelis rendah menjelaskan hal demikian berupa ancaman Amerika Serikat terhadap Rusia dan Cina atas perkara Snowden tidak akan berhasil, tapi hanya akan memperkuat hubungan Moskow dengan Beijing.

Presiden Rusia Vladimir Putin menekankan bahwa, Rusia tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan Amerika Serikat, tapi Washington membalas, dengan menyatakan ada “dasar hukum jelas” untuk mengusir Snowden.

Sedangkan hal ini berbenturan dengan juru bicara Gedung Putih Jay Carney yang juga mengecam Beijing. Ia menyatakan bahwa kegagalan China “menghormati kewajiban ekstradisi” menghasilkan “kemunduran parah” upaya membangun kepercayaan dengan presiden baru Xi Jinping.

Snowden tiba di Moskow dari Hongkong, wilayah khusus di bawah pemerintahan China, yang mempertahankan tata hukum warisan Inggris. Pihak berwenang menyatakan permintaan pemerintah Amerika Serikat menangkapnya tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan hukum HongKong.

Kasus Snowden telah meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat, baik dengan China maupun Rusia.

Snowden yang kabur dari Amerika Serikat ke Hong Kong bulan ini, setelah ia membocorkan rincian program-program rahasia pemerintah AS.

Kemudian ia terbang ke Moskow pada hari Minggu dan diperkirakan akan terbang ke Havana pada Senin. Namun, ia ternyata tidak berada di pesawat yang seharusnya membawanya ke ibukota negara Kuba itu.

Warga Amerika yang menghadapi dakwaan mata-mata di Amerika Serikat dan telah meminta suaka politik ke Ekuador itu belum terlihat batang hidungnya sejak ia tiba di Moskow.

Para pejabat Rusia mengatakan, ia tetap berada di wilayah transit bandar udara Sheremetyevo.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Kamis lalu terlihat risau terkait perkara tersebut akan membayangi lawatan tiga harinya di Afrika yang dimulai dari Senegal. Ia juga menepis kemungkinan Amerika Serikat berupaya menyergap Snowden jika ia diizinkan meninggalkan Rusia dengan pesawat. Hal ini terkait saat ia mengatakan mengatakan tidak akan mulai “berurusan” dengan China dan Rusia soal permintaan AS mengekstradisi bekas pegawai kontrak badan mata-mata AS, Edward Snowden.

Obama mengatakan ia belum berbicara dengan Presiden China Xi Jinping ataupun Presiden Rusia Vladimir Putin tentang kasus ini, menurutnya banyak hal berhubungan dengan China dan Rusia, dan saya tidak akan membiarkan kasus seorang tersangka yang sedang kita upayakan untuk diekstradisi tiba-tiba menjadi masalah yang harus saya urusi dan menukarnya dengan masalah-masalah lainnya.

Pada Kamis, Beijing menuduh Washington bersikap munafik menyangkut keamanan dunia maya.
Pembongkaran rahasia oleh Snowden tentang penyadapan luas yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional AS (NSA) di China dan Hong Kong membuat China memiliki “amunisi” dalam isu besar, yang sangat mengganggu hubungan kedua negara tersebut.

Pejabat Ekuador menambahkan bahwa kasus Snowden belum diproses karena buruan AS itu belum mendatangani misi-misi diplomatik mereka.

Obama mengatakan Amerika Serikat mengharapkan semua negara yang mempertimbangkan pemberian suaka bagi bekas pegawai kontrak NSA itu, untuk mematuhi hukum internasional.

Sumber : Antara

Editor : Rienhesti Dwiyani

1,259 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.