
“Masyarakat harus berhati-hati terjangkit virus Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS) yang sempat menewaskan 38 orang di seluruh dunia,” kata Murti Utami, Kepala Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kemenkes RI dalam siaran pers yang diterima di Jakarta pada Kamis (1/5).
Dalam kurun tiga bulan terakhir, Kemenkes melaporkan terdapat 64 kasus mengenai infeksi virus MERS-CoV di dunia yang terdiri dari beberapa negara besar yaitu Arab Saudi 49 kasus, Italia tiga kasus, Inggris tiga kasus, Prancis dua kasus, Jordania dua kasus, Qatar dua kasus, Tunisia dua kasus dan Uni Emirat Arab satu kasus.
Meskipun begitu, masyarakat tetap bisa melakukan perjalanan ke negara-negara kawasan Timur Tengah dan sekitarnya. Hal tersebut dikarenakan bahwa World Health Organization (WHO) beserta Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit (CDC) yang berada di Amerika Serikat dan di Indonesia hingga saat ini belum mengeluarkan ‘Travel Warning’ untuk maraknya penyebaran virus tersebut di kawasan Timur Tengah.
“Jika terdapat tanda demam dan atau gangguan pernapasan bagian bawah (batuk atau sesak napas) setelah melakukan perjalanan ke Timur Tengah sebaiknya periksa ke dokter. Terlebih jika sakit itu sampai berlanjut hingga 14 hari sesudah perjalanan,” katanya.
Pertama kali di laporkan adanya korban yang terjangkit virus ini pada tahun 2012 di Arab Saudi. Virus ini berbeda dengan virus korona lain yang telah ditemukan sebelumnya. Virus itu tidak sama dengan penyebab Sindrom Pernapasan Akut Berat (SARS), tetapi mirip dengan virus korona yang terdapat pada kelelawar. Untuk melindungi diri dari MERS-CoV, hendaknya masyarakat menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan. Selain itu, penting untuk menghindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit saat melakukan perjalanan atau berada di kawasan Timur Tengah.
Agar tidak mudah terjangkit virus MERS-CoV, hendaknya anda mencuci dan membersihkan tangan sebelum menyentuh mata, hidung dan mata. Hal lain yang dapat dilakukan ialah menghindar kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit saat, hal ini penting dilakukan karena mengingat penyebarannya lebih mudah apabila terjadi kontak secara langsung.
“Jagalah kebersihan dan terutama berhati-hati terhadap barang-barang yang sering disentuh. Lebih baik jika menggunakan cairan anti infeksi setelah menyentuh barang dengan penstreril tangan yang banyak tersedia di pasaran,” lengkapnya.
Hingga saat ini belum ada pengobatan spesifik yang dapat mencegah infeksi dan menyembuhkan MERS.
Sumber : Antaranews.com dan Merdeka.com
Editor : Ananda Ratu Ayu Kemuning
2,744 total views, 6 views today
