
Sumber : VOA Indonesia
Mesir, Media Publica – Presiden Mesir Muhammad Mursi yang sebelumnya terpilih secara demokratis menggantikan diktator Hosni Mubarak berhasil digulingkan militer Mesir pada Rabu (3/7) waktu setempat atau Kamis (4/7) dinihari WIB.
Panglima Militer Jenderal Abdul Fatah al-Sisi mengumumkan penggantian Mursi dan juga membatalkan konstitusi Mesir dan segera memerintahkan pemilihan umum presiden segera digelar. Moersi kemudian ditahan oleh pihak militer di Kementerian Pertahanan Mesir.
Dia menyatakan konstitusi kontroversial bentukan Mursi tidak berlaku lagi karena mencederai sistem peradilan. “Militer tidak bisa menutup mata dan telinga menanggapi tuntutan rakyat Mesir,” ujar Sisi. Dia memastikan langkah menggulingkan Mursi dari kursi presiden bukan bertujuan mengantarkan militer ke kekuasaan. Tapi Militer menyerahkan kepemimpinan Mesir kepada rakyat.
Militer mengumumkan bahwa akan mengangkat Ketua Mahkamah Konstitusi, Adly Mansour sebagai presiden Mesir sementara. Pengambilan sumpah Adli al Mansur diadakan di Mahkamah Konstitusi hari Kamis dan disiarkan langsung di televisi pemerintah
“Saya bersumpah kepada Tuhan Maha Agung untuk menjunjung sistem repulik, menghormati konstitusi dan undang-undang, mengamankan kepentingan rakyat, dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan kesatuan wilayahnya,” kata Mansour. Seperti yang dilansir oleh situs BBC
Setelah mengucapkan sumpah Adli mengatakan, Mesir telah kembali ke jalur revolusi yang benar. Dia memastikan akan mengajak semua kubu politik untuk membangun Mesir.
Koordinator Kaukus Parlemen Indonesia Untuk Palestina, Almuzzammil Yusuf menyayangkan kudeta militer Mesir, Menurutnya, militer, media, dan intervensi asing adalah ujian berat demokrasi di Mesir saat ini.
“Sangat disayangkan di era modern ini masih ada kudeta militer. Padahal Presiden Mursi adalah Presiden Mesir pertama yang dipilih langsung oleh rakyat Mesir, Fenomena kudeta militer ini menunjukkan kemunduran Mesir jauh ke belakang. Ada kelompok minoritas di Mesir yang oposisi terhadap pemerintah tidak siap berdemokrasi. Mereka tidak siap kalah dan tidak siap diatur,” ujarnya. Melalui situs bisnis.com
Dia juga menduga kekuatan asing berada dibalik penggulingan Mursi dengan kekuatan dana, senjata, dan intelijen.
Reaksi Internasional
Para pemimpin Timur Tengah pun menyambut perubahan di Mesir. Apa yang terjadi di Mesir adalah jatuhnya yang disebut Islam politik,ini adalah nasib siapa pun di dunia yang mencoba menggunakan agama untuk kepentingan politik atau faksi,” kata Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Raja Saudi Abdullah mengirimkan pesan ucapan selamat kepada Adly Mansour, “Atas nama rakyat Arab Saudi dan atas nama saya, kami mengucapkan selamat kepada kepemimpinan Anda di Mesir dalam masa kritis sejarahnya. Kami berdoa agar Tuhan membantu Anda memikul tanggung jawab yang dibebankan pada anda untuk mencapai ambisi persaudaraan kami dengan masyarakat Mesir,” kata pesan tersebut.
Beda halnya dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang mengkritik atas kudeta militer Mesir. Presiden AS Barack Obama mengeluarkan pernyataan yang mengatakan ia sangat prihatin dengan keputusan militer Mesir menggulingkan Mursi, dan menyeru untuk cepat kembalinya ke pemerintahan sipil.
“Saya sangat mengutuk semua tindakan kekerasan, menawarkan belasungkawa saya kepada keluarga korban, dan mendesak aparat keamanan untuk melakukan segala daya mereka untuk melindungi kehidupan dan kesejahteraan warga Mesir,” kata kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (4/7/2013).
Sumber : RRI, BBC, & Bisnis.com
Editor : Putri Yanuarti
2,895 total views, 6 views today
