Arab Saudi, Media Publica – Pemerintah Arab Saudi menyatakan pihaknya mengindetifikasi kurang lebih 32 kasus baru sindrom pernafasan maut coronavirus Middle East Respiratory Syndrome (MERS), sehingga jika di kalkulasikan jumlah keseluruhan infeksi di negara tersebut mencapai 463 kasus.

Seperti yang dilansir Liputan6.com pemahaman mengenai MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus Corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yg ringan s/d berat. Gejalanya adalah demam, batuk dan sesak nafas, bersifat akut, biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid.
Kementrian Kesehatan Arab Saudi melaporkan lebih dari seperempat dari mereka telah meninggal dunia.

“Sejauh ini 115 masyarakat yang tinggal di Arab Saudi yang terjangkit virus MERS telah meninggal dunia.” Tulis kementrian Arab Saudi dalam situs resminya, seperti dilansir oleh Reuters.
Dari kasus-kasus baru di Arab Saudi, 11 kasus terjadi di Jeddah, 14 di ibukota Riyadh dan masing-masing satu kasus di Najran dan Taif.
Baru-baru ini juga terjangkit empat kasus baru di Madinah dan satu kasus di Mekkah.

Penyebaran Mers ini sendiri menjadi masalah serius bagi Arab Saudi. Pasalnya, Negara ini adalah tuan rumah bagi jutaan jemaah haji pada juli mendatang.
Infeksi MERS di Arab Saudi meningkat dua kali lipat pada April sejak dua tahun lalu. Namun, jumlah kematiannya berkurang dalam setahun terakhir.

Upaya pencegahan yang dilakukan tanah air adalah dengan membatasi jamaah haji yang akan berkujung ke negeri tersebut, sehingga penurunan keberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi masih membutuhkan waktu hingga kondisinya yang memungkinkan, karena tidak menutup kemungkinan viris ini akan menular ke para peziarah yang diperkirakan akan mengunjungi tempat-tempat suci di Arab Saudi bulan depan dalam bulan Ramadan.

Sumber : Tempo dan Antara
Editor : Monique Febrita

 2,730 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.