
Tangerang, Media Publica –Dalam upaya pemulihan wilayah pesisir menekan abrasi, Senat Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (Senma Fikom UPDM(B)) menggelar Aksi Sosial (Aksos) dengan melakukan penanaman 1000 bibit mangrove di Teluk Naga, Tanjung Burung-Tangerang, Minggu (21/12).
“Acara ini bertujuan untuk mengajak mahasiswa untuk melestarikan lingkungan selain itu memberi tahu mengenai apa manfaat dari mangrove”,ungkap Michael Dasilvaselaku ketua aksos Fikom 2014.
Mangrove yang memiliki peran besar dalam pencegahan abrasi dan intrusi air laut, akar-akarnya yang kuat dapat menahan gelombang air laut secara langsung. Intrusi atau naiknya batas antara permukaan air tanah dengan permukaan air laut kearah daratan menyebabkan air laut naik ke daratan sehingga membuat air tanah di pesisir pantai menjadi terasa asin.
Intrusi juga seharusnya jelas menjadi sebuah masalah. Karena mengakibatkan kurangnya air bersih untuk keperluan sehari-hari, dan akan memperburuk kesehatan penduduk sekitar serta banyak kerugian lainnya yang akan didapat. Dalam penyuluhan mengenai pentingnya pelestarian mangrove oleh Abdul Qadir selaku Kepala Sub-Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air dan Air Bersih Badan Lingkungan Hidup Daerah mengungkapkan, “Tanaman mangrove bisa menahan intrusi air laut, akar-akar mangrove menahan air laut agar tidak tercampur dengan air tanah”, ungkap Abdul Qadir di sela-sela acara penyuluhan.
Acara yang merupakan implementasi dari tridharma perguruan tinggi, yakni ‘pengabdian pada masyarakat’ ini bertajuk “Go GreenDucation”. Rasa kepedulian pada lingkunganlah yang menjadi dasar bagi Departemen III Senma Fikom UPDM(B) menggelar acara aksos tersebut. Berbagai rangkaian kegiatan seperti penyuluhan akan pentingnya mangrove kepada warga sekitar dan menanam langsung bibit-bibit mangrove di sekitar kampung Teluk Naga menjadi usaha untuk dapat melestarikan mangrove pun dilakukan tak hanya oleh mahasiswa tapi juga bersama warga sekitar kampung Teluk Naga tersebut.
Antusias masyarakat dan mahasiswa pun terlihat besar dengan adanya partisipasi mereka yang mau turut serta melestarikan mangrove.”Ikut aksos ini saya jadi tahu mengenai keadaan masyarakat disini,terutama mengenai manfaat mangrove khususnya bagi kehidupan masyarakat di pesisir,” tutup Isyaraki Khairi Mahasiswa Fikom 2014
Sadar akan pentingnya tumbuhan tropis yang menjadi salah satu pencegahan abrasi dan intrusi harus dilakukan sedini mungkin. Karena jika terus abai, daratan yang ada di bumi akan terus menipis. Melestarikan mangrove memiliki banyak manfaat tak hanya untuk melindungi daratan namun juga akan membentuk ekosistem baru yang bermanfaat sebagai hasil sumber daya laut.
Reporter :Rizky Damayanti
Editor : Putri Yanuarti
2,941 total views, 3 views today
