Oleh: Dwi Retnaningtyas*

Aku menatap luar jendela di senja ini
Wanita silih berganti dengan hak tinggi menantang bumi
Seolah tiada tembok menghalang
Seolah tiada kerikil menghadang
Mataku mulai berbalik arah
Ke tempat di mana wanita bahkan luput dari sejarah
Ketika mereka hanya tidak lepas dari dapur kasur sumur
Terus begitu hingga mereka menutup umur
Wanita menapaki sejarah dalam masa demi masa
Dari hanya sekedar asa hingga berpegang kuasa
Keindahannya menghias keindahan hari berganti tahun
Keindahannya mengukir cinta tepat seindah melukis daun
Ketika kartini mengucap habis gelap terbitlah terang
Di kala itu jiwa terpingit berani menimbang
Suratmu mengilhami ribuan surat lainnya
Bahkan bagi milyaran tetes tinta pada buku setelahnya
*Penulis adalah mahasiswi Fikom angkatan 2011 yang terdaftar sebagai anggota LPM Media Publica angkatan 2012
4,135 total views, 3 views today
