Natasya Setyarani Zaini
Natasya Setyarani Zaini

Jakarta, Media Publica – Memiliki impian untuk menjadi pribadi yang dapat menularkan pengaruh baik bagi orang-orang di sekitar mengantarkan Natasya Setyarani Zaini untuk mengikuti ajang pemilihan duta wisata DKI Jakarta yang sering kita kenal dengan pemilihan Abang dan None (Abnon) Jakarta. Natasya, begitu ia akrab disapa terdaftar sebagai None dari daerah pemilihan Jakarta Kepulauan Seribu dan berhasil maju sebagai wakil dua None Jakarta Kepulauan Seribu di tingkat provinsi DKI Jakarta pada tahun 2011. Perempuan kelahiran Jakarta, 11 Desember 1989 ini mengaku pada awalnya tidak memiliki keinginan untuk mengikuti AbNon, “namun setelah saya mengetahui AbNon itu, keinginan saya untuk menjadi orang yang berpengaruh baik bagi sekitar bisa terwujud,” ungkap Natasya.

“Kota Jakarta menurut saya adalah Unity in Diversity, sebagai tempat bertemunya keanekaragaman budaya, dimana perbedaan membentuk kesatuan yang solid,” ungkap mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) angkatan 2011 ini.

Banyak hal yang dapat dibanggakan dari kota Jakarta dimulai dari sejarah, budaya, toleransi umat beragama , masyarakat dan juga destinasi pariwisatanya. “Segala aspek yang ada di Jakarta bisa menjadi hal yang membanggakan bila kita sebagai warganya juga bangga dan turut berkontribusi memajukan kota ini,” lanjut Natasya.

Alasan dirinya mencintai kota Jakarta adalah karena keramahan dan keanekaragaman latar belakang budaya, agama, ras, tujuan dan semangat yang berbeda-beda dari masyarakatnya namun masih dapat hidup harmonis dalam satu tempat bernama Jakarta. “Selalu ada hal baru dan menarik untuk dipelajari di setiap sudut kota Jakarta,” ungkap Natasya.

Banyak hal yang ia dapat paska mengikuti Abnon, “pengalaman yang mungkin tidak semua orang bisa dapatkan, seperti menghadiri acara-acara besar kenegaraan, bertemu dengan pejabat-pejabat penting baik dalam maupun luar negeri, selain itu pembekalan-pembekalan dari tokoh penting yang diberikan menambah wawasan pengetahuan dan koneksi saya,” jelas wanita yang memiliki hobi menari dan jalan-jalan ini.

Saat ini, Natasya juga turut aktif dalam organisasi Ikatan Abang None Jakarta, dan ia memegang jabatan sebagai sekretaris. “Alasan saya turut aktif dalam organisasi ini karena saya ingin berkontribusi untuk memperkenalkan kebudayaan dan pariwisata Jakarta kepada anak muda melalui kegiatan-kegiatan yang kami buat,” jelas Natasya. Selain itu, ia juga aktif berlatih Tari Tradisional untuk tujuan misi budaya yang akan dipertontonkan di luar negeri.

Sebagai duta wisata, Natasya berharap anak-anak muda di Indonesia dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, mau mengenal dan tidak acuh terhadap kebudayaan bangsa sendiri.“Persoalannya adalah anak muda masih menganggap budaya adalah hal yang kuno dan tradisional, mereka lebih tertarik dengan hal modern yang sebenarnya memiliki value (Red: nilai) yang lebih sedikit,”jelas Natasya.

Padahal, pada zaman sekarang banyak media-media yang menghadirkan budaya yang lebih modern dan ringan sehingga lebih mudah dimengerti, misalnya melalui film, lagu, tari, teater dan sebagainya. “Paling tidak kita harus mau tahu dahulu kemudian kenal dan dari situlah tumbuh rasa cinta terhadap budaya bangsa,” ungkap Natasya. Hal tersebut menjadi salah satu tugas bagi dirinya untuk menularkan rasa cinta budaya kepada anak muda lainya, karena ia menganggap anak muda adalah masa depan yang indah bagi Jakarta.

Reporter: Kris Aji Irawan
Editor: Rizky Damayanti

 3,499 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.