Sumber : riaudailyphoto
Sumber : riaudailyphoto

Pekanbaru, Media Publica – Perhelatan ISG ( Islamic Solidarity Games ) yang direncanakan berlangsung di Riau pada tanggal 22 September – 1 Oktober mendatang, dirasakan masih banyak kekurangan. Hal itu pun, memicu opsi pemindahan lokasi ISG ke Jakarta. Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menilai, opsi  pengalihan tempat kompetisi tersebut  bukan terbentur hal teknis. Namun, bermasalah pada siapa yang menjadi pihak penanggung jawab.

Pasalnya status Gubernur Riau, Rusli Zainal, sebagai penanggung jawab ISG untuk daerah, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keadaan itu pula, dikhawatirkan menjadi masalah yang akan menghambat kompetisi olahraga antar negara Islam tersebut. “Andai kata status dari Gubernur itu tidak dalam status tersangka, tidak ada persoalan. Saya akan dukung 1.000 persen. Akan tetapi, ini bukan soal teknis, ini soal nonteknis,” tutur Roy, Senin(13/5).
Tak hanya itu keputusan pengalihan dilakukan, terkait pula belum terselesaikannya perkara penyelesaian utang sebesar 240 miliar rupiah, saat pembangunan sarana olahraga.
“September masih lama, segala kemungkinan bisa terjadi,” tambah Roy. Kemenpora Roy juga berpendapat, jika proses hukum Rusli semakin berlanjut, harus ada pihak yang menggantikan Rusli sebagai penanggung jawab daerah.
Secara struktural, Wakil Gubernur Mambang Mit yang otomatis menggantikan. Akan tetapi, ternyata sejak awal Mambang tidak dimasukkan dalam kepanitiaan. Sehingga menolak untuk terlibat. “Apalagi dia mau maju ke pilkada. Jadi, dia tidak mau nanti dikaitkan dengan rencananya itu,” jelas Roy.

Mundurnya pelaksanaan ISG dari tanggal 6-17 Juni menjadi September, disinyalir oleh Roy karena berdekatan dengan pelaksanaan Pilkada Riau, 4 September mendatang. Sehingga, mengakibatkan rawan akan banyak kepentingan.

Sumber : Antara

Editor: Prabawati Sriningrum

 2,791 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.