Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Pemilihan raya (Pemira) Fikom yang sedianya akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini merupakan pesta demokrasi guna memilih senat baru periode 2013-2014. Hingga saat ini telah terpilih tiga calon ketua senat. Namun, dalam pelaksanaan menuju pemira yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan kampanye dirasa kurang efektif, dimana mereka kurang mengenalkan diri kepada mahasiswa Fikom UPDM (B) itu sendiri.

 

Rama Rosya, selaku Ketua Komisi Pemilihan Raya (KPR), menjelaskan bahwa kampanye telah berlangsung dari tanggal 15 – 19 April, dan dilanjutkan kembali pada 3 dan 6 Mei 2013. Hal ini merupakan hasil kebijakan KPR sehubungan dengan adanya UTS yang tidak memperbolehkan adanya kegiatan kampanye. “Karena takut mengganggu konsentrasi mahasiswa umum dan masing-masing  kandidat itu sendiri selama UTS,” ujar perempuan yang akrab disapa Amon ini.

 

Amon menambahkan ketidakefektifan masa kampanye calon ketua senat, dikarenakan strategi yang digunakan dari tim sukses masing-masing yang kurang bervariasi. Akibatnya, kegiatan ini kurang mendapatkan respon dari mahasiswa umum.

 

Dalam upaya mengatasi kendala tersebut, KPR berusaha untuk memaksimalkan agar kegiatan ini lebih diketahui oleh mahasiswa umum, dengan menggandeng Moestopo Radio, serta media pendukung lainnya seperti Media Publica dan Diamma.

 

Menurut Dr. Novita Damayanti, M,Si, selaku Dosen Komunikasi Politik, mengatakan bahwa UTS dan kuliah adalah tugas dan kewajiban utama mahasiswa, bukan pengganggu. Bila masa jabatan selesai berdekatan dengan UTS maka bisa disesuaikan waktunya.  “Bila memang tidak ada waktu lagi, maka moment UTS bisa menjadi opportunity untuk kampanye positif dengan mengajak agar mahasiswa lain datang UTS tepat waktu, tidak mencontek, dan menggunakan pakaian yang sopan saat UTS,” tambahnya.

 

Beliau juga menambahkan kampanye dapat dilakukan melalui media sosial, poster dan lainnya. Dimana, saat ini mahasiswa sudah sangat pandai dan kritis, sehingga pembuatan isi pesan harus jelas dan mengurai program dengan tepat. Hindari basa-basi dan hindari negative campaign.

 

Para kandidat ini diharapkan lebih persuasif kepada mahasiswa umum, bersosialisai yang luas agar mereka lebih dikenal dan juga mampu menarik respon mahasiswa umum untuk kegiatan selanjutnya seperti debat kandidat yang akan diadakan pada 8 Mei, dan Pemira pada 14 Mei mendatang.

 

Reporter: Rienhesti Dewiani Sarwono dan Ananda Ratu Ayu K

Editor: Desi Widiatuti

 4,103 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.