Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Media Publica – Mendengkur memang biasa terjadi saat tidur, terutama jika kondisi fisik seseorang lelah. Namun, tahukah anda jika mendengkur memiliki risiko berbahaya bagi kesehatan?

Mendengkur terjadi karena saluran nafas yang menyempit saat tidur. Akibatnya, saluran nafas bisa tersumbat hingga tak ada udara yang dapat lewat. Beberapa penyakit yang diakibatkan dari mendengkur diantaranya adalah stroke, kanker. Bahkan, mendengkur dengan henti nafas yang parah dapat meningkatkan risiko kematian.

Henti nafas saat tidur atau sleep apnea merupakan salah satu penyebab hipertensi, berbagai penyakit jantung, diabetes, stroke, bahkan kematian.

Namun, tidak semua dengkuran adalah sleep apnea. Dengan pemeriksaan lebih lanjut, nantinya sleep apnea dapat dikategorikan menjadi dengkuran tanpa henti nafas, sleep apnea ringan, sedang atau berat berdasarkan jumlah henti nafas perjam yang dialami penderita.

Mengenai risiko kematian pada penderita sleep apnea kategori sedang dan berat adalah empat kali lipat dari pendengkur tanpa sleep apnea. Lalu risiko empat kali lipat terserang stroke, kanker 2,5 kali lipat dan kemungkinan menyebabkan kematian akibat kanker tiga kali lipat.

Hal tersebut dibuktikan berdasarkan penelitian di Australia dengan mencatat dan mengikuti 397 orang dewasa selama 20 tahun. Mereka diperiksa dengkurnya lalu dikategorikan berdasarkan sleep apnea yang dialami.

Sumber: Kompas
Editor: Dianty Utari Syam

 3,772 total views,  6 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.