Jakarta, Media Publica – Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) serta Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melakukan aksi demonstrasi di depan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Aksi massa tersebut ditujukan kepada pihak yayasan karena diduga melakukan tindakan maladministrasi dan perombakan struktur rektorat di tengah adanya krisis Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada Kamis, (23/11) di Jl. Bintaro Permai No.III, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Aksi yang awalnya berjalan kondusif berubah menjadi ricuh usai massa mencoba memaksa masuk ke dalam area kampus. “Kita datang kesini dengan maksud baik, ingin berdiskusi. Kita tahu di sini ada rumah sakit dan tidak ingin ada tindakan anarkis tetapi sejak kedatangan kita kesini, tidak ada sambutan yang baik dari pihak kampus,” ungkap Ketua Senat Fisip UPDM (B), Muhammad Fauzan Irawan (23/11).

Mahasiswa menyampaikan tuntutannya kepada pihak yayasan pada (24/11) di Kampus 2 UPDM (B), Bintaro, Jakarta Selatan. (foto: Media Publica/Ridho)

Aksi demonstrasi ini merupakan aksi kedua kalinya yang dilakukan mahasiswa kepada pihak yayasan UPDM (B). Sebelumnya pada Rabu (22/11), aksi serupa dilakukan terkait dengan persoalan pencucian uang dari pihak yayasan UPDM (B), namun pihak yayasan meminta data dan bukti terkait tudingan tersebut. Pada aksi yang kedua ini, demonstran menyampaikan berbagai tuntutannya serta membawa bukti-bukti terkait TPPU yang dilakukan pihak yayasan UPDM (B). 

“Kami sampai demo seperti ini karena adanya bukti yang sampai kepada kami, adanya penyalahgunaan keuangan di yayasan. Adanya restrukturisasi di yayasan kami mencurigai bahwa terdapat penyelewengan dana. Setelah kami mendapat data tersebut ada restrukturisasi yang menurut kami agak aneh karena tiba-tiba rektor kami diturunkan. Intinya ada kecurigaan yang membuat kami mempertanyakan hal tersebut,” pungkas Fauzan.

Fauzan mengungkapkan keresahannya sebab demonstrasi tersebut tidak berbuah manis, pihak yayasan UPDM (B) merasa tidak menemukan kejanggalan pada saat audit keuangan internal. Sedangkan para demonstran mengaku memiliki bukti-bukti yang kuat mengenai adanya kejanggalan tersebut.

Fauzan merasa dengan adanya bukti, pihak yayasan UPDM (B) masih menampik tuntutan tersebut. Dengan tidak adanya transparansi anggaran dari pihak yayasan UPDM (B), mahasiswa merasa bahwa anggaran yang digelontorkan kepada mahasiswa akan selalu bermasalah.

Kekhawatiran serupa juga dirasakan oleh Tania, salah satu mahasiswi Fisip UPDM (B). Tania merasa khawatir akan anggaran yang tidak turun dan akan menghambat terkait jalannya organisasi kemahasiswaan. Menurutnya hal ini juga akan berdampak besar kepada mahasiswa umum UPDM (B).

“Apalagi untuk acara-acara organisasi, jujur kita kurang banget, yang seharusnya dana sudah turun, tapi ternyata tidak turun-turun,” ungkap Tania saat ditemui Media Publica (23/11)

Di tengah cuaca yang gerimis para demonstran tetap bersikeras menyampaikan tuntutannya mengenai transparansi dari pihak yayasan, walaupun sempat terjadi dialog antara massa dan pihak yayasan serta jajaran rektorat saat ini, namun aksi massa tetap meminta transparansi dana yayasan dan demonstrasi berakhir tanpa hasil yang sesuai.

Reporter : Muhammad Ridho

Editor : Saniyyah

 1,523 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.