Jakarta, Media Publica – Badan Organisasi (BO) Gema Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) kembali menggelar pelatihan bertajuk Seminar Bersama Gema (Semasa) 2023 pada Jum’at (25/8) silam. Bertempat di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, acara yang mengusung tema “Realitas Fotografi Jurnalistik sebagai Alat Komunikasi Interpersonal” diadakan guna memperlihatkan pada mahasiswa maupun masyarakat umum bagaimana sebuah karya foto dapat menjadi sarana komunikasi dan bercerita. Tak hanya seminar, acara ini juga dimeriahkan dengan konten acara lainnya seperti workshop, live music, hingga pameran fotografi.

Pada kesempatan kali ini, panitia penyelenggara berhasil mengundang Wakil Kepada Desk Foto Harian Kompas, Yuniadhi Agung sebagai narasumber utama yang mengisi acara. Sepanjang seminar berlangsung, Yuniadhi menyampaikan materi dengan topik bahasan “Bagaimana Membuat Foto Bercerita”.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kemampuan fotografi bukanlah sebuah keterampilan yang sekali dipelajari akan mampu dikuasai, namun membutuhkan proses perjalanan. Fotografi yang baik adalah yang telah melewati proses dari belum bisa memotret yang baik, memotret biasa saja, hingga seiring waktu bisa memotret dengan bagus. Tak lupa, ia juga membagikan kiat-kiat mengambil foto yang baik dan tepat.

Ketika ditanya perihal aturan izin pengambilan manusia sebagai objek foto, dirinya menjelaskan bahwa hal itu tergantung pada kondisi yang dihadapi oleh fotografer. Untuk kasus pengambilan foto manusia dalam jarak dekat, ia mengatakan penting bagi fotografer untuk meminta izin terlebih dahulu kepada pihak terkait lantaran hal tersebut masuk ke ranah privasi seseorang. Sebaliknya, jika proses pengambilan objek tersebut dilakukan dalam jarak yang jauh atau menggunakan alat tambahan seperti lensa tele, fotografer tidak perlu meminta izin karena hal tersebut sudah masuk ke ranah publik.

Suasana pemaparan materi oleh Yuniadhi Agung pada acara Semasa 2023 dengan tema
“Realitas Fotografi Jurnalistik sebagai Alat Komunikasi Interpersonal” Jum’at (25/8) (Foto: Media Publica/Ridho Mutaqqin)

Dibalik suksesnya acara yang memiliki tagline “Semasa 2023! Potretan Unik Komunikasi Semakin Asik” ini, ternyata menyimpan tantangan tersendiri bagi panitia penyelenggara. Ditemui Media Publica pada (25/8), Ketua Pelaksana Semasa 2023, Agung Ramadhan mengungkapkan bahwa proses mempersiapkan acara ini sedikit menguras energi karena merupakan kali pertama digelar di luar wilayah kampus. Meski begitu, Agung tetap menyikapinya sebagai pembelajaran bagi dirinya dan rekan-rekan panitia lainnya.

“Lebih banyak belajar juga. Sebelumnya (penyelenggaraan) lebih ke tempat-tempat yang dekat sekitaran kampus, sekitar Depok dan Jakarta Selatan. Tapi saat ini kita beralih ke Jakarta Pusat. Itu agak repot juga sih karena kita pertama kali juga, sebelumnya belum pernah ada. Kita pindah ke Jakarta Pusat, itu banyak PR yang kita pelajari dan semoga nanti bisa jadi pembelajaran kalau nanti Semasa (diadakan) ditempat yang lain,” ungkapnya.

Meski mengalami berbagai kendala, Agung tetap optimis menyampaikan harapannya untuk acara Semasa selanjutnya agar dapat lebih baik lagi dan dapat mengekspor jurnalistik lebih dalam lagi.

“(Harapan) Pastinya lebih baik dari yang saat ini dan juga mengeksplor lebih dalam lagi tentang jurnalistik. Tentunya kan tahun depan pasti beda tema dan bidangnya, tentang reporter atau tentang editor kita ngga tahu. Intinya untuk kedepannya bisa dikembangkan lagi dan saya tidak memaksa juga untuk (diadakan) diluar. Kalau di kampus lagi gapapa, it’s okay. Yang penting sesuai dengan zamannya atau era-nya,” Harapnya.

Disisi lain, salah satu peserta Semasa 2023, Feri Septyo Kristiando mengungkapkan apresiasinya terhadap jalannya acara ini. Ia menilai Semasa 2023 menarik diikuti karena melalui acara ini, dirinya bisa menunjukan karya-karyanya melalui lomba fotografi yang diadakan oleh pihak panitia penyelenggara. Tak hanya itu, hadirnya Yuniadhi Agung juga memiliki daya tarik tersendiri.

“Yang menarik di acara Semasa 2023 ini yaitu kita didatangkan narasumber yang cukup menarik juga gitu yaitu Yuniadhi Agung, Wakil Kepala Desk Foto Harian Harian Kompas. Pasti beliau punya banyak pengalaman, karya-karya yang bisa beliau share ke kita, apa yang bisa kita dapatkan dan kita serapi dari beliau,” ungkap Feri.

Ia juga mengungkapkan harapannya untuk acara Semasa berikutnya dapat digelar lebih ramai dan meriah lagi.

“Mungkin kedepannya jika ada Semasa 2024 harus lebih meriah lagi. Pesertanya mungkin harus lebih banyak lagi agar eksistensi untuk berlomba dan memenangkan karya itu rivalitasnya lebih terjaga,” harapnya.

Jelang akhir acara, Semasa 2023 menampilkan live music yang dibawakan oleh Calvin Mayro Sihombing, salah satu mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta. Calvin membawakan dua buah lagu yang berjudul Pelangi di Matamu dari band Jamrud dan Don’t look back in anger dari band Oasis.

Acara ditutup dengan pemberian hadiah kepada pemenang Lomba Fotografi, pemenang lomba dengan kategori “Foto dan Caption Terbaik” pada sesi workshop, pemenang peserta Semasa 2023 ter-aktif, serta penyerahan plakat kepada Yuniadhi Agung selaku pengisi Semasa 2023.

Reporter: Muhammad Ridho

Editor: Fransiska Angelina Widiyanti

 654 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.