Istanbul, Media publica – Pada Minggu (11/06) dinihari WIB, untuk pertama kalinya Manchester City berhasil memenangkan Liga Champions 2022/2023 di Stadion Olympic Ataturk, Istanbul. Anak asuh Pep Guardiola ini berhasil mempersembahkan trofi “Si Kuping Besar” setelah mengalahkan Inter Milan di babak final dengan skor tipis 1-0. Tak hanya itu, kemenangan ini juga berhasil membawa Manchester City menyabet gelar treble winner setelah sebelumnya telah memenangkan gelar di liga utama Inggris, Premier League dan Piala FA.

Kemenangan itu juga menjadikan The Citizens – julukan untuk Manchester City – sebagai tim Inggris pertama dalam 34 tahun terakhir yang memenangi treble. Sebelumnya, gelar treble winner berhasil disabet oleh Manchester Unity pada tahun 1998/1999 silam. Kemenangan ini tentu disambut meriah dan penuh sorakan gembira dari para fans Manchesters City, Cirizens.

Jalan Panjang yang Ditempuh Kedua Klub Hingga Final

Pada babak penyisihan grup, The Citizen bergabung di grup G bersama Borussia Dortmund, Sevilla, dan Copenhagen. Manchester City berhasil memenangkan 4 pertandingan serta 2 kali seri dan lolos dengan status sebagai juara grup. Di babak 16 besar, Manchester City berhasil menyingkirkan RB Leipzig dengan agregat 8-1.

Pada babak perempat final, Manchester City bertemu dengan Bayern Munchen dan berhasil menang dengan agregat 4-1. Memasuki semifinal, Manchester City bertemu sang juara bertahan, Real Madrid. The Citizens harus berbagi angka 1-1 dengan Los Blancos pada leg pertama. Di leg kedua Manchester City sukses menghantam Real Madrid dengan skor 4-0.

Berbeda dengan Manchester City yang lolos dengan status sebagai juara grup, Inter Milan atau yang juga memiliki julukan Il Nerazzurri lolos babak penyisihan grup dengan status runner up. Inter Milan tergabung di grup C bersama Bayern Munchen, FC Barcelona, dan Viktoria Plzen. Pada babak 16 besar, Inter Milan berhasil mengalahkan FC Porto dengan agregat skor 1-0.

Di babak perempat final Inter bertemu dengan Benfica dan memenangkan laga dengan agregat 5-3. Selanjutnya pada babak semifinal, Inter Milan berhadapan dengan rival sekotanya, AC Milan. Di leg pertama Inter Milan berhasil menaklukkan AC Milan dengan skor 2-0 dan di leg kedua Il Nerazzurri mempertegas kemenangan dengan skor 1-0. Kemenangan tersebut akhirnya membawa Inter Milan masuk ke babak final.

Sengitnya Permainan Antar Dua Tim

Aksi selebrasi pemain Manchester City Kylie Walker, Rico Lewis, dan Phil Foden setelah menjuarai Liga Champion 2022/2023 pada Minggu (11/6) di Stadion Olympic Ataturk, Istanbul (Foto: REUTERS/ Dilaya Senkaya)

Jalannya permainan berlangsung sengit hingga pada babak pertama, Manchester City berhasil mendominasi pertandingan. Baik Man City maupun Inter Milan sama-sama melepaskan empat tembakan ke gawang. Bahkan Inter Milan lebih dahulu melepaskan tembakan pada menit ke-12 melalui pemain bernomor punggung 10, Lautaro Martinez. Babak pertama berjalan tanpa gol hingga turun minum.

Di babak kedua, Inter Milan menurunkan intensitas permainan dan menjadikan Manchester City semakin leluasa menguasai pertandingan. Hingga pada menit ke-68 pemain Man City yang bernomor punggung 16, Rodrigo Hernandez berhasil mencatatkan namanya di papan skor dengan tendangan yang mengarah ke sudut gawang dan sulit dijangkau kiper Inter Milan, Andre Onana.

Pada babak kedua, Inter Milan bukan tanpa peluang. Anak asuh Simone Inzaghi ini juga memiliki beberapa kesempatan, namun nasib baik sepertinya masih berpihak pada Manchester City. Hingga peluit panjang dibunyikan skor tetap bertahan 1-0 dan mencatatkan kemenangan bagi Manchester City.

Patahnya Kutukan Yaya Toure

Sejak Pep Guardiola menjabat sebagai manajer Manchester City pada 2016 silam, tim tersebut selalu saja nyaris memenangi berbagai kompetisi. Namun dalam usahanya meraih trofi kemenangan, Manchester City terus menemui kegagalan. Kegagalan yang terus terjadi tersebut konon merupakan “kutukan” yang disebabkan karena peselisihannya dengan mantan pemain Manchester City, Yaya Toure.

Dimitri Seluk, mantan agen eks pemain Manchester City mengatakan bahwa para Dukun Afrika mengutuk Pep Guardiola bahwa ia tidak akan pernah menjuarai Liga Champions selama melatih Manchester City. Dimitri Seluk melakukan hal itu bukan tanpa sebab. Ia mengaku kesal karena kepergian Yaya Toure dari Manchester City disebabkan karena retaknya hubungan antara Toure dengan Guardiola. Ia menganggap Pep Guardiola telah melakukan diskriminasi terhadap pemain Afrika.

Dikutip dari Mirror, Dimitri Seluk kemudian memutuskan untuk mencabut kutukan tersebut saat Manchester City masih berada di babak semifinal. Keputusan tersebut ia lakukan karena tidak mau melukai hati Yaya Toure. 

“Saya minta maaf atas masalah yang terjadi, kepahitan ini  sudah saatnya berhenti dan saya tahu bahwa Yaya juga berharap kesuksesan Manchester City,” ungkap Dimitri Seluk pada Mirror.

“Saya dapat mengatakan bahwa mantranya sekarang telah dicabut oleh para dukun dan City akan memenangkan Liga Champions di bawah Pep,” lanjut Dimitri Seluk.

Starting XI Man City Vs Inter Milan

Manchester City (3-2-4-1):
Ederson; Akanji, Ruben Diaz, Nathan Ake; John Stones, Rodri; Bernardo Silva, De Bruyne, Ilkay Gundogan, Jack Grealish; Erling Haaland.
Cadangan: Kyle Walker, Phil Foden, Kevin Phillips, Laporte, Ortega, Julian Alvarez, Sergio Gomez, Riyad Mahrez, Perrone, Carson, Palmer, Lewis.
Pelatih: Josep Guardiola.

Inter Milan (3-5-2):
Onana; Bastoni, Acerbi, Darmian; Dimarco, Hakan Calhanoglu, Brozovic, Barella Dumfries; Lautaro Martinez, Edin Dzeko.
Cadangan: Robin Gosens, Bellanova, Mkhitaryan, D’Ambrosio, Romelu Lukaku, Handanovic, Gagliardini, Joaquin Correa, Cordaz, Milan Skriniar.
Pelatih: Simone Inzaghi.

Sumber : Berbagai sumber
Penulis: Muhammad Ridho 
Editor: Fransiska Angelina Widiyanti

 738 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.