Jakarta, Media Publica – Equal Indonesia sukses menyelenggarakan webinar dengan tema “Equity: Breaking the Economic Gender Obstacles” pada Jumat (22/4) di aplikasi Zoom Meeting. Webinar yang dihadiri 132 peserta ini adalah upaya Equal Indonesia dalam memberikan akses informasi juga edukasi kepada masyarakat umum, khususnya generasi Millenial dan generasi Z akan peran penting perempuan dalam  sektor ekonomi. Dalam acara ini, Equal juga menyinggung terkait masalah kesenjangan gender yang masih sering ditemui pada sektor tersebut. 

Webinar ini merupakan salah satu  dari  sekian virtual event yang sudah dilakukan Equal Indonesia sejak Januari 2022 silam. Mengambil tema besar “Equal: Seize Equality Within Economy”, Equal Indonesia berharap melalui webinar ini mereka bisa menciptakan sebuah revolusi positif terhadap masalah kesenjangan gender yang dialami perempuan terutama dalam pemenuhan hak, kesempatan, dan keadilan di bidang ekonomi. 

Terdapat tiga narasumber perempuan di webinar ini yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Adapun narasumbernya yaitu Puteri Komarudin selaku Anggota Komisi IX DPR RI, Tiara Adikusumah selaku Founder dari Polka Cosmetics, dan Sabrina Bawazier selaku Diplomat Ahli Pertama. Kegiatan pun terdiri dari tiga sesi, yakni  Launching Virtual Exhibition “Kolase Realitas Kartini Masa Kini”, sesi talkshow moderator dengan pembicara, dan sesi tanya jawab.

Equal Indonesia menyelenggarakan Webinar bertajuk “Equity: Breaking the Economic Gender Obstacle” pada (22/4) melalui aplikasi Zoom Meeting. Acara dilaksanakan sebagai upaya memberikan informasi edukatif mengenai peran penting perempuan di industri ekonomi serta bisa menyikapi masalah ketimpangan gender yang dialami perempuan dalam industri tersebut. (Foto: Equal Indonesia)

Acara dibuka dengan sesi pertama yakni Launching Virtual Exhibition “Kolase Realitas Kartini Masa Kini” diiringi pemaparan kisah di baliknya. Virtual exhibition ini berisi karya-karya fotografi para peserta yang mengabadikan potret kontribusi perempuan masa kini dalam sektor ekonomi. Rencananya, virtual exhibition tersebut akan diselenggarakan hingga 22 Mei 2022 mendatang. 

Lanjut ke sesi talkshow dimana pemaparan laporan Global Gender Gap Report tahun 2021 sebagai pembukanya. Laporan tersebut mengatakan bahwa Indonesia menempati posisi 101 dari 156 negara dalam hal kesenjangan gender. Puteri Komarudin menanggapi bahwa kesenjangan gender masih menjadi tugas besar Indonesia yang belum tuntas. Menurutnya,  salah satu faktor Indonesia masih berada dalam kondisi tersebut lantaran budaya patriarki yang masih mengakar kuat di masyarakat. 

“Yang menjadi sekat penghambat bagi perempuan untuk berkiprah di berbagai sektor itu tentu karena kultur (patriarki) tersebut, termasuk di sektor aku yakni sektor politik dan pemerintahan,” pungkasnya. 

Puteri mengatakan profesi sebagai anggota DPR RI memang masih banyak didominasi oleh kaum pria. Ia menilai bahwa bidang pekerjaan tersebut minim sentuhan perempuan. Meski begitu, untuk saat ini kesempatan perempuan menduduki kursi parlemen tersebut sudah lebih terbuka lebar dibanding sebelumnya.

Selain Puteri, Sabrina Bawazier turut membagikan pengalamannya saat baru merintis karir sebagai diplomat. Pertanyaan skeptis dan keraguan dari keluarga dirasakan oleh Sabrina ketika melamar pekerjaan di bidang tersebut. Pekerjaan diplomat yang sering bepergian dan berpindah-pindah menjadi pemicu dari rasa ragu keluarga Sabrina.

Mereka mempertanyakan bagaimana Sabrina bisa membagi waktunya antara pekerjaan dan kehidupan bersama pasangan nanti. Stigma perempuan yang harus mengurus suami dan keluarga di rumah juga menjadi faktor kekhawatiran keluarga Sabrina. 

Akan tetapi, Sabrina tidak menyerah begitu saja. Ia malah makin berapi-api dan menggunakan semua pandangan yang ditujukan kepadanya tersebut sebagai bahan bakar dalam membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi seorang diplomat. 

“Orang melihat diplomat itu adalah a boys job. Mereka terbang kemana-mana, daily destination enggak settled, it’s very kind boys job. Tapi ketika aku tertarik di dunia ini, itu menjadi tantangan aku juga untuk membuktikan diri bahkan kepada keluargaku pun kalau aku bisa menjadi seorang diplomat,” terangnya.

Berbeda dengan Sabrina, pertanyaan mengenai kesenjangan gender dalam dunia bisnis dilontarkan kepada Tiara Adikusumah. Ia berpendapat era sekarang sangat membuka kesempatan bagi womenpreneur atau pengusaha wanita untuk mengembangkan usahanya lebih luas lagi. 

“Menurut aku, orang Indonesia sekarang sudah jauh lebih open-minded perihal business women. Kesempatannya pun sekarang sudah jauh terbuka luas (bagi perempuan) untuk menjalankan bisnis,” tutur Tiara.

Tiara mengungkap bahwa saat ini sudah banyak sekali venture capital yang bersedia mendanai bisnis yang dijalankan oleh kaum perempuan. “Jadi sebenarnya saat ini sangat terbuka sekali akses-akses bagi perempuan untuk berbisnis. Ada beberapa venture capital khusus yang bersedia membiayai womenpreneur untuk menjalankan usahanya,” terangnya.

Walau begitu, Tiara mengaku menjalankan bisnis bagi perempuan tidaklah semudah apa yang dibayangkan. Tantangan terbesarnya adalah membagi waktu antara pekerjaan rumah dengan urusan bisnis.

Kesetaraan Gender Bawa Dampak Besar bagi Perekonomian

Saat ditanya dampak kesetaraan gender bagi perekonomian Indonesia, Puteri meyakini ketika ketimpangan gender memudar terutama dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga ranah pengambilan keputusan, maka kualitas dan potensi dari perempuan Indonesia bisa semakin optimal sehingga berdampak pada roda perekonomian Indonesia. 

“Cita-cita tentang kesetaraan gender di Indonesia ini tentu bisa kita bangun di sektor kita masing-masing dan dengan kemampuan kita masing-masing pula. Kita harus bisa mendorong konsep kesetaraan ini di mana pun kita berkarya,” ucap Puteri. 

Pemberdayaan perempuan di berbagai sektor bidang dipercaya bisa mendongkrak perekonomian Indonesia. Tiara sendiri percaya hal itu karena ia sudah berkecimpung di dalam sektor tersebut dan merasa bahwa ada perbedaan yang mencolok ketika seorang perempuan mampu berdiri dan berkarya sendiri, apalagi dari segi ekonomi.

“Ketika seorang perempuan punya penghasilan sendiri dan bisa mandiri dari segi finansial, maka secara otomatis konsumsi akan bertambah dan hal inilah yang membuat roda perekonomian berputar,” ungkap Tiara. 

Tidak hanya itu, Tiara juga menjelaskan selain membuka perluasan kesempatan perempuan untuk berkarya, ia juga menekankan pentingnya keterbukaan akses partisipasi bagi perempuan. Hal ini terjadi karena perbedaan budaya dan latar belakang kehidupan seseorang yang berbeda-beda. 

Sesi foto bersama para peserta webinar dengan pembicara. (Foto: Media Publica/Siska)

Menjelang akhir acara, narasumber menyampaikan harapan untuk perempuan Indonesia dan pesan inspiratif yang dapat memotivasi mereka dalam mencapai cita-cita kesetaraan gender. 

Puteri berharap agar Indonesia dapat segera mencapai taraf kesetaraan gender yang optimal. “Semoga nanti tidak ada lagi tembok penghalang yang membatasi gerak perempuan untuk berkarya dan berprestasi di bidangnya entah itu bidang sains, politik, bisnis, dan semua bidang yang hingga saat ini masih didominasi oleh laki-laki,” harapnya. 

Selanjutnya ada Sabrina yang turut mengungkapkan harapannya kepada perempuan Indonesia agar terus melangkah dan percaya pada mimpi-mimpi mereka. “Just be you. Terus menjadi diri kalian sendiri, always be the best version of you guys, jangan pernah merasa minder, apalagi ketika memasuki dunia kerja,” ucap Sabrina.

Terakhir, harapan singkat namun jelas diberikan oleh Tiara. Harapannya ialah perempuan Indonesia kedepannya bisa lebih berkontribusi, berkarya, dan mengambil peran di dalam masyarakat. “Aku harap perempuan-perempuan Indonesia tidak ragu lagi untuk mengejar mimpinya, berani menyuarakan pendapat, serta tidak takut dalam pengambilan keputusan,” tutur Tiara. 

Acara yang berlangsung selama dua jam ini berjalan dengan lancar dan kondusif dari awal hingga berakhirnya acara. Sebelum menutup keseluruhan sesi acara, diadakan pula sesi pengumuman pemenang utama dari Kompetisi Fotografi “Realitas Kartini Masa Kini” dan sesi foto bersama dengan seluruh hadirin. Tentunya, webinar ini bukanlah kegiatan terakhir dari seluruh rangkaian acara “Equal: Seize Equality Within Economy”. 

Agar tidak ketinggalan kegiatan seru lainnya, selalu ikuti dan pantau informasi dari Equal Indonesia ya, MPers! Kamu bisa cek laman media sosial @equal.ind untuk informasi lebih lanjut.

Reporter: Fransiska Angelina Widiyanti

Editor: Kevino Dwi Velrahga

 1,336 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.