Jakarta, Media Publica – Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM (B)) kembali menggelar acara wisuda bagi para mahasiswanya pada Senin (13/12) kemarin. Acara ini diselenggarakan secara luring dan daring di mana jikalau luring dilakukan di Jakarta Convention Center dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi para wisudawan yang hadir.

Menurut Wakil Rektor I UPDM (B), Prof. Dr. Andriansyah, M.Si yang juga merupakan ketua panitia, wisuda 2021 ini bertema Kolaborasi – Integritas – Solusi di mana diikuti oleh sekitar 1.000 mahasiswa tingkat sarjana dan magister. Wisuda dilangsungkan secara hybrid atau campuran antara luring dan daring.  Bagi wisuda secara luring dilakukan berbagai cara agar dapat mencegah penyebaran virus COVID-19.

“Wisuda memang sengaja kami lakukan mengikuti prosedur kesehatan secara ketat, antara lain para hadirin harus sudah divaksin, aman setelah menjalani tes antigen, menggunakan aplikasi peduli lindungi, jaga jarak, menggunakan masker serta cuci tangan,” ungkap Andriansyah.

Prosesi wisuda Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM (B)) yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat pada Senin (13/12). (Foto: dokumentasi UPDM (B))

Prosesi wisuda, tambah Andriansyah, berlangsung dalam tiga sesi. Selain tidak ada momen foto bersama, para wisudawan juga tidak boleh berlama-lama di dalam gedung. Setelah pemanggilan nama, langsung dipersilahkan untuk meninggalkan area gedung wisuda.

Dalam rangkaian acara, Rektor UPDM (B) Prof. Dr. Rudy Harjanto, M.Sn memberikan pesan kepada para wisudawan yang akan segera meninggalkan dunia perkuliahan dan  beralih ke dunia kerja. Ia mengatakan bahwa saat ini manusia berada di era berkelimpahan informasi yang membuat praktik dan penerapan bagi kemaslahatan akan menjadi penting dalam nuansa kerja yang penuh volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas, yang memerlukan penyelesaian solutif, kerjasama, jejaring, dan integritas dalam kerja.

“Kita bersama sama harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini, baik dalam pola pikir, maupun penerapannya. Oleh karena itu, pesan saya adalah mari kita terus belajar, membangun jejaring, berkolaborasi, hidup penuh integritas, beretika, toleran, dan selalu berupaya untuk memberikan solusi,” tutur Rudy.

Senada dengan Rudy, Ketua Pembina Yayasan UPDM (B), Dr. RM. H. Hermanto, JM, SKG, drg, MM. turut berpesan kepada para wisudawan untuk tidak berhenti belajar walau sudah meninggalkan kampus. Pasalnya dunia terus berkembang dan tantangan yang dihadapi pastinya akan terus berubah pula, maka dari itu perlu manusia untuk selalu belajar hal baru agar bisa beradaptasi.

“Atas nama yayasan saya berpesan, sebagai kaum terpelajar dan cendekiawan, agar saudara jangan berpuas diri, teruslah belajar karena saudara adalah bagian dari learning society, tantangan ke depan tidaklah ringan,” pungkas Hermanto.

Himbauan Permendikbud PPKS Saat Wisuda

Wisuda kali ini turut menghadirkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Prof Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc. Dalam rangkaian acara, ia menghimbau bahwa kampus yang sehat, aman, dan nyaman harus senantiasa selalu memberantas tiga dosa besar serta korupsi di jajaran internal. Adapun tiga dosa besar itu sendiri ialah intoleransi, perundungan, dan kekerasan seksual.

“Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi berkomitmen untuk selalu memberantas tiga dosa besar dalam dunia pendidikan. Salah satunya adalah penetapan Peraturan Menteri nomor 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan perguruan tinggi,” terang Agus.

Prof Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc saat memberikan sambutan. (Foto: dokumentasi UPDM (B))

Menurut Agus, adanya peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat kampus melalui edukasi tentang kekerasan seksual sebagai upaya pencegahan dan menguatkan sistem penanganan yang berpihak pada korban.

“Dengan adanya regulasi ini, dunia perguruan tinggi benar-benar menjadi panutan dan bisa menjadi duta anti kekerasan seksual maupun berbagai bentuk kekerasan lainnya agar kampus-kampus di Indonesia merdeka dari berbagai tindak kekerasan,” tambah Agus.

Untuk prinsip pendidikan toleransi, Agus memberi apresiasi kepada UPDM (B) yang baru-baru ini mendapat penghargaan dunia atas inklusifitas ASIC 2021, Accreditation Service for International Schools, Colleges and Universities atau Badan Akreditasi pendidikan nasional yang berpusat di Inggris.

“Selamat untuk Universitas Moestopo yang telah menunjukan dirinya di Indonesia dan dunia sebagai kampus dengan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan aman dalam hal toleransi beragama dan keberagaman,” ucap Agus.

UPDM (B) sendiri telah memiliki lulusan sekitar 32.000 orang. Mereka sudah bekerja baik di sektor pemerintahan, swasta, serta telah menduduki posisi yang strategis, seperti menteri, ketua lembaga pemerintahan maupun direksi  BUMN. Begitu juga di sektor swasta mulai dari pegawai, manajer, direktur  perusahaan, dan bahkan berhasil dalam dunia entrepreneur.

Reporter: Salsabila Rahma Saputra

Editor: Kevino Dwi Velrahga

 1,168 total views,  2 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.