Jakarta, Media Publica – Acara Lesehan kembali digelar oleh Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) Komunitas Musik Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Kosmik) di pelataran parkir Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) pada Kamis (12/03). Mengusung tema ‘Hari Musik Nasional’ sebagai bentuk perayaan hari yang ditetapkan pada 9 Maret itu, WKM Kosmik juga ingin meningkatkan eksistensinya.

Penampilan Dreambeats dalam acara Lesehan Kosmik 2020 di pelataran parkir Kampus I Hang Lekir UPDM(B), Jakarta Pusat, Kamis (12/03). (Foto: Media Publica/Rizka)

Clarissa Elvaretta selaku Ketua WKM Kosmik menuturkan bahwa Lesehan kali ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa dalam maupun luar kampus untuk merayakan Hari Musik Nasional. Acara ini juga dijadikan ajang pembelajaran bagi anggota baru WKM Kosmik serta mempererat hubungan dengan lingkungan luar kampus karena turut mengundang Perkumpulan Unit Kegiatan Mahasiswa Seni Musik (PERKUSI) Jakarta.

Basically karena memang kita angkat tema Hari Musik Nasional, tujuannya adalah untuk memotivasi baik dalam maupun luar kampus buat ngerayain musik. Kita ingin celebrate musik dan musisi tanah air,” ucap Clarissa.

Selain untuk memperingati hari yang bertepatan dengan kelahiran Wage Rudolf Supratman, Muhammad Dimas Bayu Prabu Arif selaku Ketua Pelaksana Lesehan Kosmik 2020 mengatakan bahwa acara ini pun mengajak grup musik kampus lain serta alumni WKM Kosmik untuk ikut meramaikan acara.

“Kita mewadahi para musisi dan pecinta musik agar bisa tampil di sini dan Lesehan juga diartikan kita tidak ngeluarin budget yang terlalu mahal, jadi sederhana aja,” tambah Dimas.

Salah satu pengisi acara, Yunia Syahrie, personel dari Tense Smoke turut mengutarakan pendapatnya. Ia mengapresiasi tema yang diangkat oleh WKM Kosmik. “Idenya bagus sih buat memperingati Hari Musik Nasional dan ini komunitas musik juga yang adain, pasti bisa mendatangkan penonton agar lebih mendengarkan musik Indonesia apalagi lagu yang kekinian,” tuturnya.

Senada dengan Yunia, Muhammad Luthfi Nugraha, Vokalis Dreambeats berpendapat bahwa Lesehan Kosmik 2020 sudah baik dan dapat menjadi ajang untuk berkenalan dengan banyak orang.

“Seru sih, apalagi di sini ada dari kampus-kampus lain jadinya seru banget bisa kenal satu sama lain. Intinya dapet keseruan dan pengalaman, pokoknya markotop!” ujar Luthfi.

Lesehan Kosmik 2020 sendiri menampilkan beberapa pertunjukan musik, teater, dan pameran. Pertunjukan musik diisi oleh WKM Kosmik, Shovelhead, Tense Smoke, Little Lona, +Plus, Rockers Galau, Dreambeats, dan Prasasti. Selain itu, terdapat pementasan teater oleh Teater Kleng, pameran foto dari WKM Telefikom Fotografi, serta live painting oleh Holy.ink.

Live painting oleh Holy.ink ikut meramaikan acara Lesehan Kosmik 2020. (Foto: Media Publica/Rizka)

Walaupun sempat diguyur hujan deras, Lesehan Kosmik 2020 pun tetap meriah karena antusias penonton serta pengisi acara yang tak surut. “Terlepas kendala ataupun tidak, pasti tiap acara punya kendalanya. Kalaupun sekarang kendala karena hujan, bukan berarti kita fail. Acara akan tetap berlanjut, show must go on!” pungkas Clarissa.

Salah satu pengunjung, Muhammad Rifdy Fahri, mahasiswa Fikom angkatan 2018 mengaku merasa terpanggil untuk meramaikan acara yang dibuat oleh sesama mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom). “Karena gue sesama mahasiswa Fikom harus support acara begini. Ini acara yang bagus dan tujuannya juga bagus,” ujarnya.

Harapan pun turut terlontar dari mulut Pay Tanjung, mahasiswa Fikom angkatan 2019. Ia berharap semoga acara ini terus diadakan serta lebih banyak mahasiswa yang ikut berpartisipasi. “Harapan gue, ini tetap berjalan dari generasi ke generasi biar gak mati acaranya serta terus berkembang,” ucap Pay.

Reporter: Dian Fitriyanah dan Rizka Kumala Dewi

Editor: Kevino Dwi Velrahga

429 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.