(Dokumentasi: Rangga Kuzuma)
Salah satu hasil karya Seni Kolase (Dokumentasi: Rangga Kuzuma)

Jakarta, Media Publica – Tahukah anda surat kabar dan majalah bekas dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya yang indah? Ya, itu adalah seni kolase. Seni kolase berasal dari kata collage yang artinya teknik membuat kolase. Seni ini sangat mudah untuk dikerjakan dengan cara menyatukan gambar satu dan lain menjadi bentuk gambar yang berbeda.

Anak muda khususnya yang merambah di dunia seni menggunakan seni kolase sebagai medium untuk menyalurkan pesan, serta beberapa menggunakan seni kolase untuk mendekonstruksi karya terutama melalui Zine magazine, yaitu media alternatif yang dibuat oleh komunitas dalam menyalurkan pesan melalui seni.

Seperti fotografer komersial, Anton Ismael, yang menggunakan seni kolase untuk bukunya yang berjudul Visual Diary. Dalam bukunya, Ia menggunakan seni kolase sebagai alat untuk brainstorming dan mendekonstruksi pemikirannya lewat karya-karya menjadi sebuah gambar yang baru.

“Kelebihan dari seni kolase, saya mengunakannya untuk membantu saya brainstorming. Memudahkan dalam membuat  karya dengan sangat cepat serta dapat mendekonstruksi karya-karya foto yang saya miliki. Oleh karena itu, saya membuat kolase tidak rapih dan tidak terkonsep,” ujar pria yang biasa disapa Pa’e.

Lain halnya dengan Anton Ismael yang menggunakan seni kolase sebagai alat bantunya untuk menciptakan karya lain dengan cepat. Ika Vantiani, selaku pegiat seni, menggunakan seni kolase sebagai penyalur pesan. Pada tahun 2016 lalu, Ia membuat projek pendokumentasian kata untuk mendeskripsikan perempuan, yakni ‘Kata untuk Perempuan’. Projek itu mengikut sertakan masyarakat umum untuk berpartisipasi.

(Dokumentasi: Rangga Kuzuma)
Karya Seni Kolase (Dokumentasi: Rangga Kuzuma)

Menurut Ika, ‘Kata untuk Perempuan’ itu adalah simbol atau pemikiran seseorang dalam mendeskripsikan perempuan. Ia mengajak masyarakat umum untuk berpartisipasi membuat kolase yang terkait dengan perempuan, kolase yang menggambarkan wanita. Banyak karya-karya yang mencerminkan seorang perempuan mulai dari sikap, sifat, hingga cara mereka untuk membuat diri menjadi menarik.

Gue menyampaikan pesan kepada publik melalui media atau teknik yang gue bisa. Oleh karena itu, gue suka menggunakan kolase untuk menyampaikan perasaan dan pesan yang ingin disampaikan,” jelasnya.

Bahan-bahan yang digunakan Ika berbeda dengan Anton. Anton, menggunakan foto-foto karyanya lalu di gunting dan di lem dengan gambar yang lainnya. Sementara Ika, menggunakan majalah bekas, buku bekas, hingga bungkus bekas makanan ringan sebagai komposisi kolasenya.

Ika memberikan tips dan trick untuk mencoba membuat seni kolase, yakni dengan bahan-bahan yang menarik untuk ditempel. “Buat kolase itu gampang banget, cuma perlu kertas, gunting, dan lem, kelar. Nggak perlu hal-hal ribet harus kursus atau sekolah,” sahutnya.

Tertarik dengan seni kolase untuk menyampaikan pesan dengan cara berbeda?

 

Reporter: Danila Stephanie, Aji Putra Bartowinata

Editor: Rangga Dipa Yakti

 6,389 total views,  16 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.