Peserta Pendidikan dan Pelatihan Organisasi Mahasiswa (Diklatom) sedang menyimak materi manajemen isu, krisis dan konflik di Villa Jiwasraya, Bogor (19/11). (Foto: Media Publica/Thorvy)
Peserta Pendidikan dan Pelatihan Organisasi Mahasiswa (Diklatom) sedang menyimak materi manajemen isu, krisis dan konflik di Villa Jiwasraya, Bogor (19/11). (Foto: Media Publica/Thorvy)

Bogor, Media Publica – Sebanyak 14 peserta yang merupakan mahasiswa Fikom UPDM(B) angkatan 2016 telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Organisasi Mahasiswa (Diklatom) pada Jumat hingga Minggu (18-20/11) lalu. Bertempat di Villa Jiwasraya, Bogor, Jawa Barat, kegiatan rutin Senat Mahasiswa (Senma) Fikom menjadi pelengkap materi orientasi mahasiswa baru tentang organisasi.

Diklatom kali ini bertemakan ‘Mengkonstruktif Jiwa Mahasiswa Baru Fikom UPDM(B) untuk Berorganisasi yang Tangkas, Kritis dan Cermat serta Menciptakan Regenerisasi dan Kaderisasi LKM (Lembaga Kedaulatan Mahasiswa) Fikom UPDM(B)’.

Selaras dengan tema yang diangkat Nandiyanti sebagai Ketua Pelaksana Diklatom mengutarakan tujuannya menyelengarakan acara ini.  “Tujuan kegiatan Diklatom kali ini untuk membangun jiwa berorganisasi mahasiswa baru yang cerdas dan kritis, menumbuhkan jiwa kepemimpinan sebagai wadah untuk mengembangkan intelektualitas dan sebagai regenerasi dan kaderisasi LKM Fikom UPDM(B)” ujarnya.

Berbagai materi seputar organisasi disampaikan pada acara ini. Seperti logika berpikir, kepemimpinan, manajemen organisasi, materi LKM, retorika, manajemen isu dan krisis, serta debat setting forum dengan mengundang alumni dan mahasiswa yang terlibat dalam LKM Fikom UPDM(B) sebagai pematerinya.  “Kami mengundang kakak-kakak yang dulu pernah menjabat di LKM untuk membanggikan pengalamannya dulu” ujar Petra Pengharapan selaku Koordinator Bidang Acara.

Muhammad Noval yang merupakan peserta Diklatom berpendapat bahwa Diklatom mengajarkan secara detail tentang lembaga kemahasiswaan. “Orientasi kurang banget karena kita tidak dikasih tahu secara rinci seperti apa itu lembaga kemahasiswaan,” tambah Noval.

Setuju dengan Noval, Rizki Faozi menyatakan bahwa kegiatan Diklatom sangat bagus untuk berorganisasi nantinya. Faozi beralasan, Diklatom mengajarkannya bagaimana cara berorganisasi dengan benar. “Dalam diklatom kita belajar cara berorganisasi dengan benar,  dan saya support. Saya juga menyayanngkan aja mahasiswa yang gak ikut acara ini,” ujar Faozi.

Menurut Nandiyanti awalnya peserta terlihat pasif namun dengan proses mereka mulai terlihat aktif juga menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan pembicara. “Harapan untuk peserta adalah semoga mereka memahami dan mengerti materi yang telah diberikan agar mereka tidak sia-sia mengikuti Diklatom ini dan mereka bisa menjadi penerus LKM Fikom UPDM(B),” tutupnya.

Reporter: Aji Putra Bartowinata, Mohammad Thorvy Qalbi

Editor: Anisa Widiasari

1,433 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *