Ilustrasi  (sumber: devianart.com)
Ilustrasi (sumber: devianart.com)

 

Jakarta, Media Publica – “ Buku adalah jendela dunia”, ungkapan ini menggambarkan apa pentingnya membaca bagi seseorang. Namun apakah kini generasi muda masih memiliki kebiasaan tersebut dan sejauh apa manfaat membaca bagi seseorang? Bertepatan dengan peringatan Hari Buku Nasional pada (17/5) Media Publica  berkesempatan mewawancarai Doni Koesoema selaku konsultan pendidikan, berikut petikannya :

Q : Seberapa penting membaca buku untuk kalangan muda ?

A : Sangat penting, di era multimedia kemampuan untuk membaca secara kritis itu sangat dibutuhkan. Berbeda dengan membaca buku yang teks, kemampuan membaca buku digital untuk bisa “membaca” informasi dari situ sangat penting karena sebenarnya dari dulu masyarakat itu tergantung kemampuan mereka membaca.

Q : Bagaimana minat membaca buku untuk kalangan anak muda sekarang?

A : Belum banyak yang menjadikan ini budaya, namun mulai ada geliat orang membaca buku. Di beberapa kendaraan umum saya sudah melihat beberapa orang membaca buku, meskipun ada beberapa yang membaca menggunakan gadget, jadi tampaknya sudah mulai lebih hiduplah.

Q : Apa yang membedakan membaca buku menggunakan gadget dan buku fisik?

A : Yang membedakan adalah kalau kita membaca buku yang fisik itu apa yang dibaca apa yang ditulis. Interpretasi yang tidak tertulis tidak banyak tetapi kalau kita baca yang digital disitu sudah ada gambar dan video jadi bisa terdistraksi, membuat orang tidak fokus untuk membaca

Q : Apa penyebab kurangnya minat baca di kalangan anak muda?

A : Karena kemajuan teknologi sekarang. Dengan adanya multimedia tulisan, gambar dan video. Sebenarnya itu tidak menghapus literasi tradisional yang menjadi masalah adalah orang-orang belum paham bagaimana cara membaca yang benar kemudian sudah ditawarkan kepada media multimedia.

Q : Apa kelebihan membaca buku sendiri untuk pola pikir anak muda sekarang?

A : Tergantung bacaannya itu hanya untuk kesenangan atau untuk asupan isi sendiri, karena ada orang membaca untuk hiburan saja, ada yang baca buku 600 halaman 3 seri tapi hanya mendapat hiburan saja. Namun ada orang yang membacanya tebal tetapi sesuatu yang mendalam yang mengajak merenung dan merefleksi diri, itu bisa mengubah hidup seseorang.

Q : Bagaimana cara meningkatkan minat baca untuk kalangan muda?

A : Caranya harus difasilitasi untuk membaca, jadi dalam sebuah komunitas atau masyarakat harus ada kegiatan dongeng maupun bercerita, setelah itu di fasilitasi dengan adanya lomba. Karena jika tidak seperti itu tidak mungkin adanya minat untuk membaca intensif. Kecuali memang sadar akan pentingnya membaca, tetapi orang yang belum memiliki kesadaran untuk membaca, mau tidak mau dia akan terdorong untuk membaca dengan cara tersebut.

Q : Pesan-pesan kepada kalangan muda?

A : Pesan saya disamping hanya membaca, cobalah untuk menulis. Karena jika hanya membaca ia hanya mendapatkan pengalaman orang,  dengan menulis juga dia merefleksikan pengalamannya dan itu bisa berharga bagi kemanusiaan. Karena pengalaman sebagus apapun kalau tidak di tulis akan hilang.

Reporter : Aji Bartowinata & Fernando Avi

Editor : Mega Pratiwi

               

 

 

1,498 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.