Penampilan mahasiswa PAC LSPR batch 16 dalam teater musikal Mamma Mia! pada Rabu (29/7). Acara yang diselenggarakan di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR ini menghadirkan perpaduan akting, koreografi dan musik yang menarik. (Foto: Dianty)
Penampilan mahasiswa PAC LSPR batch 16 dalam teater musikal Mamma Mia! pada Rabu (29/7). Acara yang diselenggarakan di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall LSPR ini menghadirkan perpaduan akting, koreografi dan musik yang menarik. (Foto: Dianty)

Jakarta, Media Publica – ‘Mamma Mia!’, sebuah pertunjukan teater musikal yang diselenggarakan oleh mahasiswa Performing Arts of Communication (PAC) London School of Public Relations (LSPR) batch 16 berhasil memukau para penonton yang hadir. Pertunjukan yang diselenggarakan di Prof. Dr. Djajusman Auditorium & Performance Hall, LSPR, Jakarta (29-30/7) tersebut mampu membuat para penonton berdecak kagum.

Cerita dalam teater musikal ini sendiri diangkat dari film Mamma Mia yang dirilis pada tahun 2008 dan diisi oleh lagu milik grup vokal ABBA yang diaransemen oleh Benny Andersson. Alur cerita dalam film komedi romantis tersebut mampu dibawakan oleh mahasiswa PAC LSPR batch 16 dengan menghadirkan perpaduan seni antara akting dan koreografi yang apik. Tidak hanya itu, sajian musik dari lagu-lagu hits milik grup vokal ABBA, seperti Dancing Queen, Mamma Mia dan Honey Honey juga mampu membawa penonton bernostalgia.

Mamma Mia mengisahkan tentang Donna Sheridan, pemilik Villa Donna di sebuah pulau di Yunani, yang juga merupakan ibu dari Sophie Sheridan. Digambarkan jika Sophie ingin menikah dengan kekasihnya bernama Sky. Namun dalam mendekati waktu pernikahannya, Sophie berusaha untuk memecahkan teka-teki terbesar dalam hidupnya, yakni mengungkap sosok ayah biologisnya.

Untuk menjawab teka-teki tersebut, Sophie berusaha dengan mengundang tiga teman pria spesial ibunya, yakni Sam Carmichel, Bill Austin dan Harry Bright. Sophie menduga jika salah satu dari ketiga pria tersebut merupakan ayahnya. Pertunjukan semakin seru dan menegangkan ketika tiga pria tersebut datang dan mengaku sebagai ayah biologisnya.

Karina Syahna selaku Director teater musikal ini mengatakan jika persiapan yang memakan waktu selama kurang lebih lima bulan ini telah dilakukan secara matang meskipun sempat menemui kendala sebelum acara dimulai.

“Persiapannya sih yang pasti kita sudah melakukan yang terbaik banget ya walaupun tadi sempet ada masalah teknis yang cukup besar bener-bener deket pertunjukan tapi kita got it covered,” ungkapnya.

Meskipun terdapat kendala teknis sebelum acara dimulai, nyatanya penonton dapat mengikuti alur cerita yang ditampilkan diatas panggung. Anthony Panji Wiguna, salah satu penonton yang hadir menyampaikan kesannya terhadap teater musikal Mammamia ini.

“Keren banget dari performance-nya, dari tata cahayanya juga, musiknya juga, keren banget, mantep banget,” ucap pria yang hadir bersama sebelas teman lainnya untuk menyaksikan pertunjukan ini.

Mamma Mia merupakan pertunjukan keempat yang dihadirkan oleh mahasiswa PAC LSPR batch 16 setelah berhasil memproduksi teater musikal EAST, WEST dan Acting Museum. Mamma Mia diselenggarakan dalam rangka international exam bagi mahasiswa PAC LSPR yang juga dinilai langsung oleh tim dari Curtin University, Australia.

Reporter: Dianty Utari Syam
Editor: Rizky Damayanti

1,072 total views, 12 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *