Diskusi "70th Anniversary of the Victory in the Second World War” dalam rangka memperingati berakhirnya perang dunia II di Kedutaan Besar Federasi Rusia, Jakarta (3/6). (Foto: Mega)
Diskusi “70th Anniversary of the Victory in the Second World War” dalam rangka memperingati berakhirnya perang dunia II di Kedutaan Besar Federasi Rusia, Jakarta (3/6). (Foto: Mega)

Jakarta, Media Publica – Tujuh puluh tahun sudah Perang Dunia kedua berakhir, perang yang memakan jutaan korban jiwa dari berbagai negara. Perang Dunia kedua menjadi perang yang paling dahsyat dan bergelimang darah yang terjadi sejak tahun 1939 hingga 1945. Pada tanggal 9 Mei 2015 kemarin, tepat tujuh puluh tahun sejak berakhirnya perang tersebut.

Dalam rangka memperingati berakhirnya perang tersebut, pada tanggal 3 Juni 2015 Kedutaan Besar Federasi Rusia di Indonesia mengadakan sebuah diskusi yang berjudul “70th Anniversary of the Victory in the Second World War”. Acara yang digelar di Pusat Pendidikan dan Kebudayaan Rusia ini menghadirkan beberapa pembicara diantaranya adalah Mikhail Galuzin selaku Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Budi Susilo Soepandji selaku Gubernur Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANAS RI), Bantarto Bandoro selaku dosen senior Uniersitas Prof. Dr Moestopo (Beragama), Vladimir Palchikov selaku  Atase Asisten Militer Kedutaan Federasi Rusia dan Ahmad Fahrurodji selaku Direktur Program Studi Rusia Universitas Indonesia.

Dalam acara yang di gelar oleh Kedutaan Besar Federasi yang juga bekerjasama dengan Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) dan Universitas Indonesia ini, Rusia memaparkan bagaimana peranannya dalam Perang Dunia kedua. Rusia mengambil andil yang cukup penting dalam kekalahan Jerman dan banyak warga Rusia (red- Uni Soviet ) turut berperang di garis depan. Dalam paparannya Galuzin menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam Perang Dunia ke 2 menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk dapat menjaga kedamaian antar sesama negara.

Selain berbagai perwakilan dari kedutaan negara lainnya, dalam diskusi ini hadir pula beberapa mahasiswa dari berbagai universitas. Salah satunya Vivi dan Kirana yang merupakan mahasiswi Fakultas Ilmu Bahasa dari Universitas Indonesia. Bagi mereka diskusi seperti ini penting untuk menambah wawasan.

“Kalau bisa lebih sering ada acara beginilah, biar mahasiswa lebih banyak tahu,”ujar Vivi.

Menurut Galuzin, kehadiran para mahasiswa dalam diskusi politik ini sangat penting. Ia berharap anak muda dapat cepat tanggap dalam menghadapi isu-isu yang marak saat ini seperti isu terorisme.

“Saya juga sangat berterima kasih kepada Universitas Moestopo yang sudah mau bekerjasama menyelenggarakan acara ini, selain itu kita (-red Kedutaan Rusia dan Moestopo) sudah menandatangani kerjasama dalam bidang pendidikan. Saya harap ini bisa membantu meningkatkan proses pendidikan dan berguna bagi mahasiswa Moestopo,”tutupnya.

Reporter: Mega Pratiwi
Editor: Rizky Damayanti

1,007 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.