(Sumber: Official twitter Pulang Konvoi)
(Sumber: Official twitter Pulang Konvoi)

Jakarta, Media Publica – Selama dua bulan belakangan, maraknya berita  aksi begal terhadap pengendara sepeda motor maupun mobil yang terjadi di ibukota dan sekitarnya kian sadis. Tak hanya merampok dan melukai, pelaku juga tidak segan menghabisi nyawa korban jika menolak menyerahkan kendaraannya. Hal ini membuat masyarakat resah saat berkendara, apalagi jika melintas seorang diri.

Menyikapi aksi kejahatan tersebut, Awang Dito dan Agus Nugraha membuat sebuah gerakan Pulang Konvoi pada akhir bulan Februari lalu. Gerakan ini merupakan hasil ide mereka dimana orang-orang dapat pulang bareng sesuai rute tujuan yang sama. Dua rekan kerja ini murni membentuk gerakan Pulang Konvoi atas dasar kepedulian dan solidaritas terhadap keselamatan pengendara motor maupun mobil guna meminimalisir aksi kejahatan.

“Pulang Konvoi ini adalah gerakan untuk mengajak semua orang. Mau punya Twitter atau tidak, kita masyarakat sudah terbiasa pulang konvoi,” ujar Agus salah satu penggagas Pulang Konvoi saat ditemui Media Publica pada Rabu (4/3).

Dito dan Agus memanfaatkan media sosial twitter dalam menjalankan gerakan Pulang Konvoi. Meskipun akun twitter @PulangKonvoi ini baru dibuat pekan lalu, sudah banyak followers dan partisipan dalam aksi ini. Sejauh ini yang berhasil Dito dan Agus pantau sekitar enam sampai tujuh kelompok. Hingga Sabtu (7/3), pengikut akun twitter @PulangKonvoi tercatat sebanyak 10.471 followers.

Mekanisme untuk berpartisipasi dalam Pulang Konvoi pun sangat mudah. “Pertama, jika butuh teman pulang konvoi, bisa mention ke @PulangKonvoi dengan menulis Hashtag #AjakKonvoi lalu tentukan rute dan tentukan waktu. Jangan lupa memberitahu meeting point nya,” jelas Agus. Pulang Konvoi saat ini membuat sistem baru yaitu ‘Jadwal Ajak Konvoi’ dimana ajakan konvoi dimulai dari jam 16.00 hingga 21.00. Namun diatas jam tersebut, mereka sudah tidak bisa intens untuk memantau.

Dalam mengurus akun Pulang Konvoi, Dito dan Agus mengaku kewalahan karena banyaknya mention yang diterima dan kadang terlewat. Oleh karena itu, mereka akhirnya dibantu oleh beberapa teman kantornya dan ada satu pihak yang mau membantu membuat aplikasi Pulang Konvoi via mobile. Aplikasi tersebut nantinya akan mempermudah manajemen tim Pulang Konvoi serta pengikut maupun partisipan yang ingin melakukan Pulang Konvoi. “Kami harap secepatnya untuk aplikasi ini dan sudah setengah jalan juga,” ucap Agus.

Agus berharap gerakan ini untuk kedepannya akan tetap ada. Walaupun ada atau sudah tidak ada berita aksi kejahatan pembegalan, gerakan ini tetap dilakukan oleh masyarakat agar tetap hati-hati dan saling menjaga dan membangun solidaritas bersama. “Seharusnya masyarakat gak perlu paranoid juga akan pemberitaan aksi pembegalan, kejahatan gak hanya terjadi di tempat-tempat rawan aja, tetapi kita gak tau di tempat rame juga bisa terjadi,” ujar Agus.

Reporter: Zulfiana Rachmawani

Editor: Rarasati Anindita

 2,852 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.