Wakil Ketua Non Aktif KPK Bambang Widjojanto ketika memenuhi pemanggilan Bareskrim pada Selasa (24/2). (Sumber: Tempo)
Wakil Ketua Non Aktif KPK Bambang Widjojanto ketika memenuhi pemanggilan Bareskrim pada Selasa (24/2). (Sumber: Tempo)

Jakarta, Media Publica – Polemik yang terjadi di antara para petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi masih terus berlanjut. Kali ini kabar datang dari Wakil Ketua Non Aktif KPK Bambang Widjojanto. Pasalnya, hingga saat ini, Bambang belum juga mendapatkan salinan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari pihak Badan Reserse Kriminalitas Polri hasil pemeriksaan kedua yang mereka lakukan pada 3 Februari lalu.

Menurut Bambang, berdasarkan pasal 72 KUHAP, BAP merupakan hak bagi tersangka dan BAP sangat dibutuhkannya untuk membuat pembelaan di persidangan nantinya. “Bagaimana saya bisa menyiapkan pembelaan bila tidak diberikan BAP? Saya ingin hak dipenuhi sebagai komitmen dalam mencari keadilan,” ujar Bambang, Selasa (24/2).

Menanggapi hal tersebut pihak Bareskrim pun mengutarakan alasan mengapa menolak menyerahkan BAP kepada pihak Bambang Widjojanto. Hal ini disebabkan karena khawatir BAP ini akan tersebar luas di publik.

Kepala Sub Direktorat VI Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan BAP bersifat rahasia dan akan diserahkan apabila telah dinyatakan lengkap oleh hakim. “BAP ini rahasia dan tidak boleh keluar sebelum sidang,” ungkap Daniel.

Daniel pun menyayangkan apabila berkas pemeriksaan Bambang telah tersebar ke publik mengingat BAP yang bersifat rahasia dan tidak boleh terungkap, apalagi tersebar luaskan ke publik. “Kami tunjukkan ini rahasia untuk pembelaan kalian di sidang, tapi kenapa sudah muncul di publik?” tungkasnya.

Sumber: Tempo.co

Editor: Dwi Retnaningtyas

855 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.