Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (Sumber: CNN Indonesia)
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (Sumber: CNN Indonesia)

Jakarta, Media Publica – Seiring dengan akan diadakannya Asian Games 2018 mendatang, sejumlah mantan atlet nasional yang tergabung di dalam Forum Komunikasi Mantan Atlet Nasional mendesak pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk lebih serius dalam mempersiapkan pelaksanaan Asian Games 2018. Tak hanya dalam persiapan fasilitas yang ada, namun juga kebijakan dan gebrakan yang dilakukan untuk meningkatkan prestasi para atlet Indonesia saat ini.

Mantan-mantan atlet Indonesia yang pada zamannya tersebut berhasil mengharumkan nama bangsa merasa ‘gerah’ dengan prestasi olahraga Indonesia yang saat ini dirasa kurang, bahkan mengalami kemunduran dan terasa seperti hanya berjalan di tempat. Pemerintah dirasa kurang melakukan pembinaan terhadap atlet Indonesia sekarang dan terlalu banyak melakukan sebatas ceremonial saja tanpa latihan, serta peningkatan prasarana untuk latihan para atlet itu sendiri. Bahkan kurangnya motivasi terhadap para atlet juga bisa menjadi faktor yang menjadikan penurunan pada tingkat prestasi yang ada.

Pada Konferensi Pers yang bertajuk ‘Menilai 100 Hari Kinerja Kemenpora’ di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Senin (16/2), para mantan atlet tersebut menyatakan dukungannya kepada Kemenpora dan berharap Menpora lebih keras menyiapkan pembinaan atlet-atlet untuk menghadapi Asian Games 2018 mendatang yang menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah dalam perhelatan terbesar olahraga negara-negara Asia tersebut.

“Kami mau berjalan lihat ke depan. Kalau bukan kami (red-mantan atlet), siapa lagi. Mari bersama-sama berkomitmen untuk membuat dunia olahraga (red-Indonesia) berubah,” ujar Rexy Mainaky, salah satu mantan atlet bulu tangkis seperti yang dilansir oleh CNN Indonesia.

Forum mantan atlet yang dikepalai oleh mantan pebulu tangkis Taufik Hidayat itu pun memberikan sejumlah saran pembenahan bidang olahraga nasional apabila tim Merah Putih ingin mejadi juara umum dalam pesta olahraga internasional baik SEA Games, Asian Games, ataupun Olimpiade. Menpora juga dirasa harus memprioritaskan empat cabang olahraga yang banyak menyumbang medali dalam pesta-pesta olahraga internasional seperti akuatik, atletik, menembak, dan senam.

Selain menyatakan memberikan dukungannya, forum tersebut pun memberikan lima saran untuk Kemenpora terkait pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia yaitu evaluasi Peraturan Presiden No. 22 tahun 2010 tentang Program Indonesia Emas (Prima) terutama terkait pembagian kewenangan atau tugas pokok dan fungsi, mengganti semua pejabat maupun pelaksana yang tidak kompeten dan sudah gagal melalui sistem ‘test and proper’. Kemudian melaksanakan pembinaan pelatihan performa tinggi dengan penerapan ‘sport science’ secara konsisten dan bukan sekedar retorika, memperbaiki tata kelola keuangan dan akuntabilitas tinggi, dan terakhir mengefisiensikan mata rantai birokrasi dukungan anggaran.

Meskipun forum yang diikuti oleh mantan atlet renang Lukman Niode, mantan atlet bulu tangkis Rexy Mainaky, mantan atlet Tinju Syamsul Anwar, mantan atlet bulu tangkis Ivana Lie, mantan atlet menembak Selviana Husein, mantan atlet judo Krisna Bayu, manajer tim angkat besi nasional Sony Kasiran dan sejumlah mantan atlet cabang olahraga yang lain itu menilai kinerja Menpora yang dirasa masih kurang, tidak bermaksud menggantikan para pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia, ataupun Satuan Pelaksana (Satlak) Prima.

“Kami berharap menjadi pemantau kinerja terhadap pembinaan bidang olahraga di Indonesia karena kami telah berpengalaman dalam kejuaraan baik tingkat daerah maupun tingkat dunia,” ungkap Syamsul Anwar.

Editor: Rizky Damayanti
Sumber: CNN Indonesia dan Antara

1,194 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.