*Oleh: Mega Pratiwi

 

Ilustrasi
Ilustrasi

Media Publica – Mahasiswa adalah kaum intelektual yang menjadi agen perubahan dalam suatu bangsa. Sebagai penerus generasi, mahasiswa merupakan entitas spirit dengan intelektualitas dan dialetikanya. Dengan sifat kreatif, kritis, dinamis dan kepekaan sosial yang tinggi. Oleh karena itu mahasiswa sering kali menjadi pemeran utama dalam perubahan suatu bangsa. Sebagai kelas menengah terdidik, perubahan dan pergerakannya diharapkan sebagai gerakan ilmiah yang dibangun diatas rasionalitas yang kokoh.

Bagi Indonesia sendiri mahasiswa memiliki peranan yang penting dalam sejarah perubahan sejak masa kemerdekaan hingga reformasi. Perubahan dari era orde baru menuju reformasi menjadi salah satu episode penting yang menunjukan kuatnya peran dan pengaruh para kaum muda penerus bangsa. Dengan semangat empati dan simpati atas apa yang terjadi pada lingkungan, masyarakat dan bangsanya, maka keberpihakan pada rakyat muncul. Pada masa
itu tumbangnya rezim orde baru menjadi suatu peristiwa yang melekat hingga saat ini.

Kemudian muncul masa reformasi, masa dimana gerakan mahasiswa itu menemukan polanya masing-masing dan menyebar. Hingga lambat laun, mahasiswa kini dianggap apatis. Peran mahasiswa yang sebelumnya sebagai basis kaum intelektual untuk kritis terhadap realitas, kini menjadi kaum plural berjalan dengan ideologinya masing-masing.

Mahasiswa kini banyak yang terjebak dengan rutinitasnya sendiri. Bahkan acuh terhadap permasalahan sosial yang terjadi didepan matanya dan hanya bisa mengumpat. Selayaknya kaum terdidik, mahasiswa baiknya menggunakan pemikirannya yang kritis dan ilmiah untuk membantu memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Bukan hanya berpangku tangan dan berkomentar, tapi bergerak dan memberi teladan. Perubahan yang diharapkan adalah bukan hanya dengan menggunakan teknologi terbaru, pakaian bermerek untuk menjadi yang terkini dan populer.

Melakukan perubahan bukan hanya dengan melakukan aksi demostrasi dan pernyataan sikap saja, tetapi riset untuk menyelesaikan permasalahan bangsa dari berbagai aspek juga merupakan upaya melakukan perubahan. Bukan juga hanya aksi turun ke jalan dengan pemikiran dangkal, melainkan harus lebih substansial. Hal ini dapat diwujudkan ketika mahasiswa dapat membaca bagaimana kondisi bangsanya. Sementara kemampuan untuk membaca kondisi bangsanya sendiri tak akan terjadi apabila mahasiswa hanya mengejar nilai
terbaik tanpa memahami dan mengerti dengan betul ilmu yang diterima.

Rajin masuk kelas dan mendapat nilai baik akan terasa sia-sia bila hanya sebatas kulit terluar yang diserap dan malas untuk mengkaji lebih jauh. Usaha bangun pagi dan terjaga untuk tugas akan percuma bila tak ada hasil yang mampu diberikan untuk lingkungan sekitar atas ilmunya. Mahasiswa adalah simbol bagi kecerdasan masyarakatnya. Untuk itu para agen perubahan
ini diharuskan untuk berkontribusi dalam pemikiran dan tindakan bagi perubahan masyarakatnya.

Mahasiswa harus terus mengambil peran sebagai penerus bangsa yang kritis, kreatif dan peduli pada keadaan sekitarnya. Mahasiswa masa depan ialah pemuda-pemuda brilian secara intelektual dan moral, pemuda yang menggunakan segala potensi dan kreasinya demi tercapainya masyarakat yang berakhlak mulia, berkepribadian dan berbudi pekerti luhur. Pemuda yang tidak larut dan terlena dalam dunia yang instan. Karena hasil yang baik akan lahir dari proses yang tidak mudah.

*Penulis adalah Pemimpin Umum LPM Media Publica periode 2014-2015

 

 

1,580 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.