Ilustrasi
Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Ada yang berbeda pada Ujian Akhir Semester (UAS) di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) semester ini. Pasalnya, bila pada UAS sebelum-sebelumnya mahasiswa diminta untuk mengisi kuisioner evaluasi kinerja dosen selama satu semester, pada semester ini tidak ditemukan. Hal itu dikarenakan pengevaluasian terhadap dosen kini hanya dilakukan selama satu tahun sekali saja.

Menurut Kepala Program Studi Fikom UPDM(B), Dr. Hendri Prasetya, S.Sos, M.Si, walaupun kuesioner kinerja dosen tersebut dinilai cukup efektif, ternyata jangka waktu evaluasi per semester dirasa terlalu cepat bagi dosen untuk memperbaiki kinerja yang mengalami evaluasi. Sehingga kuesioner tersebut dirubah jangka waktunya menjadi setahun sekali.

“Per semester terlalu pendek, mungkin dosen juga belum sempat berbenah, nanti hasilnya jadi kurang. Jadi kalau setahun sekali, kita memberikan kesempatan (dosen) untuk berbenah atau memperbaiki diri,” ungkap Hendri.

Tak hanya menggunakan kuesioner, Hendri pun menambahkan bahwa dari manajemen fakultas sendiri mempunyai cara lain untuk mengevaluasi dosen yaitu dengan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) yang berisi penilaian mengenai kinerja, kesetiaan, kedisiplinan dari dosen yang diberikan oleh atasan dari dosen tersebut.

Walaupun cara pengajaran dosen berbeda-beda, tetapi Hendri juga menegaskan bahwa semua tetap dengan standarisasi yang sudah ditetapkan. Selain itupun masih ada beberapa cara lain yang ditempuh untuk meningkatkan kualitas dosen.

“Hasil evaluasi yang ada kita diskusikan secara langsung dengan dosen dan kita juga memberikan pelatihan-pelatihan, seperti penggunaan teknologi untuk para dosen,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, harapan mengenai evaluasi kinerja dosen pun diucapkan oleh Eka Trisnawati, Mahasiswa Fikom UPDM(B) angkatan 2012. Ia mengungkapkan bahwa seharusnya setiap akhir semester diadakan penilaian terhadap dosen dari mahasiswa yang bertujuan agar bisa memperbaiki kekurangan dosen tersebut dan menggunakan metode-metode lain karena setiap dosen memiliki cara pengajaran yang berbeda-beda pula.

Sebagai informasi, kuesioner tersebut dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dosen selama satu periode (sesuai dengan mata kuliah yang dosen tersebut ajar). Penilaian ini diberikan mahasiswa sebagai ‘stakeholder’ yang berhadapan langsung dengan dosen, sehingga mahasiswa bisa menilai bagaimana kinerja dosen tersebut.

Reporter: Zulfiana Rachmawani
Editor: Rizky Damayanti

1,246 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.