Beberapa sandera berhasil keluar dari kafe tempat tragedi penyanderaan, Selasa (16/12) di Sydney, Australia.  (Sumber foto: Reuters)
Beberapa sandera berhasil keluar dari kafe tempat tragedi penyanderaan, Selasa (16/12) di Sydney, Australia.
(Sumber foto: Reuters)

Sydney, Media Publica – Pasukan keamanan Australia berhasil menghentikan penyanderaan yang terjadi di Kafe Lindt, Sydney, Australia pada Selasa (16/12) dini hari. Peristiwa ini berlangsung lebih dari 16 jam setelah serentetan tembakan dan ledakan granat mengarah ke lokasi penyanderaan.

Kepolisian New South Wales menyatakan tiga orang meninggal termasuk salah satu pelaku dan dua orang sandera. 17 sandera lainnya telah diamankan namun beberapa mengalami cedera ringan termasuk seorang polisi yang terkena tembakan di bahu.

Sumber dari polisi mengatakan penyandera bernama Man Haron Monis, seorang yang menganggap dirinya tokoh Negara Islam atau dikenal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). Pria asal iran sebelumnya terlibat beberapa kasus, salah satunya penghinaan kepada orang tua tentara Australia yang tewas ketika bertugas di Afganistan.

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott mengatakan kepada wartawan, pelaku sudah terkenal oleh pihak berwenang karena memiliki sejarah panjang kriminal dan masalah mental. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada orang-orang yang terlibat dalam serangan itu dan kerabat mereka.

Peristiwa ini terjadi sejak Senin (15/12) sekitar pukul 09.45 waktu setempat dimana dua orang bersenjata memasuki kafe dan menyandera sejumlah orang. Sandera kemudian dipaksa berdiri menghadap jendela, membentuk barikade dan membentang bendera hitam bertuliskan arab.

Keesokan harinya sekitar pukul 02.00 waktu setempat, sedikitnya enam sandera berhasil melarikan diri setelah terdengar tembakan dari dalam gedung. Polisi kemudian bergerak dengan senjata dan melempar granat setrum ke arah kafe. Setelah kejadian tersebut, sejumlah warga Australia menaruh karangan bunga di tempat kejadian untuk mengenang korban tragedi ini.

 

Sumber: CNN dan Reuters

Editor: Rarasati Anindita

 2,310 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.