Warga Gaza berkumpul di sekitar sebuah mobil yang menjadi sasaran tembakan roket jet tempur Israel, Selasa (8/7/2014). (Sumber: Kompas.com)
Warga Gaza berkumpul di sekitar sebuah mobil yang menjadi sasaran tembakan roket jet tempur Israel, Selasa (8/7/2014). (Sumber: Kompas.com)

Palestina, Media Publica – Gaza kembali dapatkan serangan udara oleh Israel pada Selasa (8/7) lalu. Serangan ini setidaknya menewaskan 28 orang dan 150 orang lebih mengalami luka-luka. Serangan ini disebut-sebut sebagai serangan paling parah dalam dua tahun belakangan.

Dari sejumlah korban tewas, empat diantaranya adalah militan Hamas yang melakukan serangan pada satu pangkalan tentara yang ada di sebelah utara jalur Gaza. Dalam serangan ini, satu peluru kendali meluluh lantahkan satu rumah yang ada di kota Khan Yunis, bagian utara Jalur Gaza. Beberapa saksi mengungkapkan, awalnya sebuah pesawat tanpa awak melepaskan tanda peringatan dan mendorong sekelompok orang berkumpul di rumah tersebut sebelum satu pesawat F-16 menembakan sebuah rudal, sehingga menewaskan tujuh orang dan 25 orang lainnya cedera.

Serangan ini terjadi beberapa waktu setelah Israel mengumumkan dimulainya Operation Protective Edge. Operasi ini bertujuan menghentikan lontaran roket rakitan dari Hamas dan menghancurkan infrastruktur militer Hamas.

Juru bicara angkatan bersenjata Israel, Brigadir Jenderal Motti Almoz pun angkat bicara. Angkatan Udara Israel menyerang 160 sasaran di Jalur Gaza, di antaranya 120 lokasi peluncuran roket, 10 pusat komando dan kendali Hamas, 2 rumah dan banyak terowongan.

“Sepanjang malam, AD Israel 160 target di Jalur Gaza. Selama dua tahun terakhir kami menyerang 430 sasaran,” ujar Almoz.

Menteri Dalam Negeri Israel Gideon Saar mengatakan bahwa serangan ini akan berhenti ketika telah berhasil melakukan pukulan signifikan kepada kelompok-kelompok militan Gaza yang menyerang wilayah Israel.

“Hamas menembak kami dan mereka harus menghentikan penembakan itu terlebih dahulu. Namun, kami tak puas sebelum kami bisa menghancurkan Hamas dan seluruh infrastuktur teror di Gaza,” ucap Saar.

Sumber: Antara dan Kompas.com
Editor: Dwi Retnaningtyas

 2,040 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.