'Kumahargyan Batik' yang dikembangkan oleh Tim Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. (Sumber Foto: ugm.ac.id)
‘Kumahargyan Batik’ yang dikembangkan oleh Tim Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
(Sumber Foto: ugm.ac.id)
Yogyakarta, Media Publica – Batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia memiliki motif yang beragam serta makna tersirat di dalamnya. Tak heran hingga saat ini bermunculan motif batik yang cukup beragam dan tentunya menarik. Uniknya lagi, saat ini batik juga dikembangkan menjadi sarana pembelajaran.

Hal itulah yang coba dikembangkan oleh tim mahasiswa Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.
Tim mahasiswa ini membuat motif baru batik yang dinamakan ‘Kumahargyan Batik’. Tidak hanya itu, setiap pembelian batik ini akan diberikan informasi mengenai arti pola histologi. Diantaranya peran histologi dalam menjalankan fungsi kehidupan, tips kesehatan serta penyakit yang terkait dengan jaringan tubuh.

Tim yang beranggotakan Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nurulita Ainun Alma dan Hilda Dwi Mahardiani ini mengaku mendapat inspirasi saat mempelajari mata kuliah histologi. Struktur jaringan tubuh, salah satunya adalah ginjal ada dalam ‘Kumahargyan Batik’ ini.

“Waktu itu dijelaskan struktur ginjal glumerulus dan bentuknya memang indah, dan beliau berkata struktur ginjal tersebut bagus kalau misalnya dituangkan menjadi motif batik. Dari pengalaman itu kami mulai pembuatan kreasi batik histologi,” ujar Nisa Karima selaku koordinator tim.

Terdapat dua desain dari ‘Kumahargyan Batik’, yakni motif muskuloskeletal yang menggambarkan system pergerakan otot, rangka dan tulang serta motif fertilisasi-implantasi yang merupakan penggambaran dari proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim.

Komposisi warna juga tidak luput dari perhatian. Motif musculoskeletal tersedia dalam lima warna, yaitu ungu akuatik, ungu putih, biru merah, hijau akuatik dan orange pink. Sedangkan motif fertilisasi-implantasi tersedia dalam dua warna yakni gradasi merah dan gradasi coklat hijau.

Anggota tim tersebut adalah Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nurulita Ainun Alma, dan Hilda Dwi Mahardiani.

Sumber: Antara
Editor: Dianty Utari Syam

 1,872 total views,  8 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.