Ilustrasi
Ilustrasi
Jakarta, Media Publica – Realisasi subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada kuartal pertama 2014 menyentuh angka Rp 36,6 triliun. Direktorat Jendral (Dirjen) Anggaran Kementrian Keuangan, Askolani, mengungkapkan subsidi tersebut terdiri atas subsidi bahan bakar minyak (BBM) sebesar Rp 20 triliun dan listrik sebesar Rp 16,6 triliun.

Realisasi subsidi BBM sendiri mengalami peningkatan tajam jika dibandingkan dengan realisasi dalam periode yang sama di tahun lalu yang hanya menyentuh angka Rp 3,5 triliun atau 1,8 persen dari total target Rp 193,8 triliun. Menanggapi hal itu, Aslokani pun angkat bicara.

“Realisasi Rp 20 triliun itu melunasi kurang bayar BBM subsidi tahun lalu. Pagunya masuk di tahun ini dan lag-nya bisa 2 sampai 3 bulan,” ujar Aslokani.

Chatib Basri, selaku Menteri Keuangan mengatakan, meski masih dihitung, porsi belanja negara tampaknya termakan cukup besar. Asumsi lifting minyak pada APBN 2014 mencapai 870 ribu barel per hari, namun rencananya diubah menjadi 818 ribu barel per hari. Ia pun menambahkan, perhitungan tersebut dilakukan karena Lapangan Cepu baru dapat melakukan produksi minyak per November.

“Realisasinya sampai 31 Maret saja baru hampir 800 ribu barel per hari,” ucap Chatib.
Sedangkan untuk realisasi subsidi listrik pada kuartal pertama menyentuh angka Rp 16,6 triliun ini meliputi pembayaran penggunaan BBM untuk pengoperasian pembangkit listrik.

“Listrik sudah dibayar untuk Februari, karena lag-nya cuma satu bulan. Itu sudah dibayarkan,” tuturnya.
Pagu anggaran subsidi energi tahun 2014 ini mencapai Rp 282,1 triliun yang terdiri dari pagu anggaran subsidi BBM yang dibayarkan pada PT Pertamina Tbk sebesar Rp 210,7 triliun dan listrik yang dibayarkan pada PLN sebesar Rp 71,4 triliun.

Sumber: Kompas.com dan metrotvnews.com
Editor: Dwi Retnaningtyas

 2,090 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.