Marianus Sae, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memblokir bandara (Sumber : tribunnews.com)
Marianus Sae, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memblokir bandara
(Sumber : tribunnews.com)
Ngada, Media Publica – Aksi koboi Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memblokir bandara merupakan pelanggaran undang-undang penerbangan dan menghadapi sanksi pidana. Kejadian ini terjadi pada hari Sabtu (21/12) lalu. Sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (satpol PP) memarkir mobil di landasan pacu Bandara Turelelo Soa, atas perintah Bupati Ngada Marianus Sae yang marah karena tidak mendapat tiket pesawat. Pemblokiran landaran pacu Bandara Turelelo di Soa pada pukul 06:15 Wita hingga 09:00 Wita. Akibatnya satu pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) dengan nomor penerbangan MZ-6516 membatalkan pendaratan dan kembali ke Bandara El Tari Kupang.

Pihak otoritas bandara tidak dapat berbuat banyak karena anggota Satpol PP yang menduduki landasan pacu bandara jumlahnya lebih banyak dari petugas. Marianus Sae mengatakan bahwa tindakannya ini dilakukan untuk menyelamatkan wibawa pemerintahan. “Perlu saya tegaskan bahwa, apa yang saya lakukan demi kepentingan masyarakat dan kewibawaan pemerintah,”ujar Marianus, Kamis (26/12/2013).

Apa yang dilakukan sang Bupati ini tentu sangat berbahaya dan melanggar undang-undang penerbangan. Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakhrulloh, mengatakan “Bupati melanggar UU penerbangan dan ini ada sanksi pidananya, penegak hukum silakan bertindak.” Namun hingga saat ini polisi belum melakukan pemeriksaan kepada sang bupati, meski sudah menetapkan 15 tersangka. Kapolda NTT Brigadir Jendral Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu surat ijin dari Gubernur NTTT untuk melakukan pemeriksaan terhadap sang bupati.

Ketut mengatakan sejauh ini polisi telah menetapkan 15 orang tersangka yang terdiri dari anggota Satpol PP yang melakukan pemblokiran bandara karena dianggap melanggar undang-undang No.1 tahun 2009 mengenai penerbangan. Dalam UU Penerbangan aksi menganggu kegiatan bandar udara dengan sengaja yang menyebabkan ancaman keselamatan orang lain bisa dihukum dengan penjara maksimal tiga tahun dan denda Rp1 miliar.

Editor : Mega Pratiwi

Sumber : bbc, antara,okezone

741 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.