Festival Internasional Toraja, resmi dibuka (28/12)
Festival Internasional Toraja, resmi dibuka (28/12)
Toraja, Media Publica – Festival Internasional Toraja atau Toraja International Festival (TIF) 2013 kemarin (28/12) resmi dibuka. Gebrakan ini dilakukan guna membangun kembali destinasi-destinasi wisata yang berada dalam Pulau Sulawesi.

Menurut Trindiana Tikupasang selaku Kepala Subdit Promosi Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), festival yang tergolong internasional ini akan diisi oleh ratusan peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Selain itu, dia juga menambahkan sasaran target pengunjungnya sekitar 3.000 orang.

“Kita ingin Toraja menjadi destinasi wisata pilihan di pulau Sulawesi dan ingin para peserta dan pengunjung mengekspos alam dan seni budaya Toraja ke luar negeri, apalagi grup musik yang diundang ada dari Afrika, Eropa, Kanada, bahkan Asia Tengah,” kata Trindiana.

Hal terpenting dalam festival ini, adalah sebagai media untuk mempromosikan alam dan seni budaya yang berada di Toraja. Dengan cara ini pula para turis mancanegara tertarik untuk mengunjungi Toraja.

“Ini memungkinkan karena event ini berskala internasional. Kami harap wisata mancanegara meningkat ke Toraja, dan bisa mengejar target kunjungan wisman nasional hingga akhir 2013 yakni 8,6 juta,” ujar Trindiana.

Festival ini didukung oleh Direktorat Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Direktur TIF 2013 Franky Raden mengatakan, perhelatan ini berlasung selama tiga hari sejak tanggal 28 hingga 30 Desember. Acara ini dipusatkan di Kota Toraja, Sulawesi Selatan yang berada di dua lokasi yaitu Makale di Tana Toraja dan Rantepao wilayah Toraja Utara

“Kita akan tampilkan seluruh kebudayaan Toraja, mulai dari zaman batu atau megalitikum (tanah leluhur) Toraja hingga kini,” ungkap Franky Raden.

Franky menambahkan, terdapat berbagai kegiatan dalam pagelaran TIF, seperti seminar internasional yang membahas mengenai Cultur Tourism yang menghadirkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar, adapula berbagai workshop antararalain mengenai tenunan dan memahar, fotografi, dan banyak lagi.

Acara utama dari pagelaran ini yakni sesi pembukaan di suatu desa bernama Desa Ketekesu, Makale. Desa ini merupakan salah satu desa tertua yang berada di Tana Toraja yang sudah berusia 900 tahun. Selain itu, terdapat pula bangunan yang berarsitektur kuno dan erat pula kaitannya dengan zaman batu.

Selain itu, penutupan TIF akan digelar dalam kemah yang bertemakan world music camp, pada Bukit Getengan, Rantepao. Daerah ini dikenal sebagai tempat perkemahan raksasa yang dibuat menjadi arena terbesar di dunia dalam Festival World Music. Bintang tamu dan penonton akan bergabung menjadi satu dalam tempat ini yang akan membentuk masyarakat komunal baru guna melakukan kegiatan budaya yang harmonis.

Toraja World Music Camp and Festival berlangsung selama dua hari yakni pada 29-30 Desember.

Pada penutupannya, TIF akan menampilkan sekita 300 perempuan yang akan menyanyikan mantra dengan iringan orkestra dari grup Indonesia National Orchestra.

Acara seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan budaya Indonesia, salah satunya budaya Toraja, sehingga diharapkan kembali agar ditahun kedepannya penyelenggaraan festival untuk budaya Indonesia seperti ini tetap ada. Oleh karena itu, menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyebutkan di tahun 2014 akan diselenggarakan lagi festifal internasional sejenisnya yang menjadikan Toraja sebagai tempat untuk pagelaran budaya dan seni yang bertaraf internasional. Selain itu, dia menambahkan pula nantinya akan ada tujuh negara yang ikut berpartisipasi.

“Ada tujuh negara yang ikut dalam festival ini seperti Zimbabwe, Kanada, Prancis, Kazaktan, Italy, Senegal, Amerika dan Indonesia. rencana pada Juni 2014 akan dilaksanakan kegiatan serupa,” paparnya.

Editor : Ananda Ratu Ayu Kemuning

Sumber : Kompas.com , antaranews.com

1,066 total views, 12 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *