Caption : Makna hari Ibu bagi Ainun Chomsun, menurutnya adalah Hari dimana untuk menguatkan arti penting dari pengorbanan seorang Ibu.
Caption : Makna hari Ibu bagi Ainun Chomsun, menurutnya adalah Hari dimana untuk menguatkan arti penting dari pengorbanan seorang Ibu.
Jakarta, Media Publica – Hari ibu memang memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang. Hari Ibu diperingati sebagai bangkitnya kaum perempuan dalam memperjuangkan diri mereka.
Makna tersendiri itulah yang dimiliki oleh Ainun Chomsun. Ibu satu anak ini memaknai hari ibu sebagai hari untuk menguatkan arti penting dari pengorbanan seorang Ibu.

“Makna hari ibu adalah untuk mengukuhkan tentang peran penting perempuan dalam kehidupan ini. Untuk mengekspresikan kasih sayang kepada Ibu harus setiap hari, peringatan hari Ibu hanya untuk menguatkan arti penting dan penghargaan kepada Ibu secara bersama-sama,” ungkapnya saat kami wawancarai melalui surat elektronik.

Ainun merupakan pendiri dari Akademi Berbagi (Akber). Pembentukkan Akber tersebut dilatar belakangi sebagai media untuk anak semata wayangnya untuk mengenal dan mengetahui cara berbagi kepada sesama agar kelak berguna bagi orang lain. “Akademi Berbagi saya bangun salah satunya untuk anak saya, agar dia punya contoh dan pembelajaran tentang menjadi manusia yang bermanfaat untuk sesama agar kelak dia bisa melakukan hal-hal yang lebih baik untuk sekitarnya,” jelasnya.

Selain sebagai pendiri Akber, wanita ini memiliki banyak penghargaan mulai dari Digital Community Leader 2011 dari Bubu Award, Editor Choice Award di 2011, Klikhati Award 2011, 100 Young Women Netizen, Kompasiana Award 2012, 40 Perempuan berprestasi 2012, Kartini Award 2012, Local Hero 2013 hingga Shine on Award 2013 yang kebanyakan ia dapatkan dari berbagai majalah di Indonesia.

Menyeimbangkan Prestasi dan Buah Hati

Walaupun begitu banyak aktivitas yang dilakukan olehnya, wanita ini tetap memperhatikan keluarga terutama anak semata wayangnya, bernama Haiqa Matahati (10). Membagi waktu yang tepat dan tegas merupakan kunci utama baginya. Tidak dipungkiri segala keluhan dari anaknya pasti ada dan menurutnya itu merupakan kesalahannya dalam membagi waktu. Sehingga, hal tersebut dapat dijadikan acuan untuk introspeksi diri.

“Kadangkala anak saya komplain, kalau dia komplain berarti ada yang salah dalam mengatur waktu dan saya harus lebih memperhatikan anak. Tapi lebih seringnya sih tidak. Karena kami punya waktu-waktu khusus bersama secara rutin. Dan anak saya tahu apa saja aktivitasnya dan bagaimana saya menjalaninya karena saya selalu bercerita padanya,” lanjutnya.

Apa yang dilakukan Ainun patut dibanggakan. Sebab, selain memiliki banyak prestasi di beberapa bidang, ia pun berusaha melakukan apa yang terbaik untuk keluarga terutama buah hatinya.
Sosok Ainun mewakili dari sekian banyak Ibu di Indonesia yang memiliki tanggungjawab lebih antara keluarga dan karir. Tentu berat jika dirasakan, namun disitulah terdapat titik juang pengorbanan seorang Ibu untuk menjadi sosok yang terbaik untuk keluarga dan masyarakat.

Reporter : Ananda Ratu Ayu Kemuning
Editor : Dianty Utari Syam

1,787 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.