Sumber : nga.gov.au
Sumber : nga.gov.au
Jakarta, Media Publica – Indonesia terdiri dari berbagai macam budaya. Dari Sabang sampai Merauke memiliki budayanya masing-masing. Salah satunya adalah wayang. Kini wayang di Indonesia berkembang mengikuti perkembangan zaman, termasuk dari segi bahasa yang kini banyak dimainkan dengan berbagai bahasa untuk menarik perhatian masyarakat domestik maupun internasional.

Pertunjukan wayang yang fleksibel menambah keuntungan bagi budayawan Indonesia untuk mementaskan kesenian yang telah mendapat anugerah World Heritage dari UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization).

Dengan cara itu, diharapkan wayang dapat menjangkau lebih banyak khalayak di dalam negeri maupun internasional. Hal tersebut dikemukakan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dalam sambutan peluncuran buku “Gatra Wayang Indonesia”, Minggu (15/12)

“Cita-citanya wayang jadi opera kelas internasional,” kata Sapta.
Wayang berkembang di nusantara dan menjadi ritual animisme, sarana penyebaran agama, hingga hiburan untuk masyarakat. Bentuknya pun bervariasi di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari wayang kulit dari Surakarta, Yogyakarta, Banyumas, dan Bali, wayang golek Sunda, wayang Sasak, wayang Palembang, wayang Beber, hingga wayang orang.

Salah satunya adalah Wayang Beber. Wayang khas daerah Pacitan ini berbentuk sebuah lukisan pada kain Mori. Wayang beber dimainkan oleh seorang dalang yang menceritakan isi atau urut-urutan cerita dari lukisan yang dibentangkan dalam kain tersebut. Dalang dibantu alat penunjuk gambar terbuat dari kayu kecil sepanjang satu meter. Dengan alat itulah ia menunjuk gambar dan mulai bercerita sesuai dengan lukisan yang ditunjuknya.

Editor : Putri Yanuarti
Sumber : Antara

1,843 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *