Hasil penyadapan atas Presiden SBY membawa keuntungan bagi tujuan diplomatik Australia. Sumber : BBC
Hasil penyadapan atas Presiden SBY membawa keuntungan bagi tujuan diplomatik Australia.
Sumber : BBC

Jakarta, Media Publica – Dua media di Australia yaitu The Age dan The Sydney Morning Herald yang berada di bawah Fairfax Media memberitakan bahwa pemerintah Australia mengambil keuntungan terhadap hasil penyadapan Indonesia oleh agen intelejen Inggris terhadap rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di London, Inggris, pada April 2009 lalu. Media tersebut mengutip sumber anonim dari intelijen dan Kementerian Luar Negeri Australia. Diberitakan bahwa Perdana Menteri Australia, Kevin Rudd memperoleh keuntungan atas aksi penyadapan oleh mata-mata Inggris tersebut. Hasil penyadapan ini juga dimanfaatkan untuk mendukung tujuan diplomatik Australia, yakni untuk memenangkan pencalonan di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa anggota dewan beranggapan tidak cukup hanya dengan meminta konfirmasi dari negara terkait tetapi juga harus ada tindakan tegas dari Pemerintah Indonesia dan meminta permintaan maaf dari negara terkait. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa berita ini perlu dikonfirmasi terlebih.  “Dari pihak Inggris kita sudah meminta konfirmasi kebenaran berita ini. Ini kan beritanya masih dari pihak ketiga,” tegas Marty. Saat ini, pemerintah Indonesia masih mengukur derajat kerugian yang diakibatkan kebocoran itu.

Sementara itu menurut Staf Khusus Presiden Bidang Luar Negeri Teuku Faizasyah, presiden sudah mengetahui hal ini namun belum diketahui reaksi presiden seperti apa terhadap pemberitaan itu. Ia mengatakan, sesungguhnya pemerintah Indonesia sudah memantau berita tersebut sejak Juni. Ketika beredar informasi, tuan rumah Inggris menyadap tidak hanya pada pihak tertentu tetapi pada beberapa pemimpin Asia-Pasifik, yaitu SBY, Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan mantan Presiden Cina Hu Jintao.

Kendati telah mengetahui hal ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum secara khusus berkomentar tentang itu, juga dampaknya terhadap hubungan kedua negara. Pemerintah masih berupaya untuk menyelidiki kerugian informasi seperti apa yang dihasilkan dari penyadapan di London tersebut.

 

 

Sumber : Antaranews.com & Tempo.co

Editor: Mega Pratiwi

956 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.