Perayaan Ulang Tahun ke-10 Komunitas Lubang Jarum Indonesia. Dok. Pribadi
Perayaan Ulang Tahun ke-10 Komunitas Lubang Jarum Indonesia.
Dok. Pribadi

Jakarta, Media Publica -Komunitas unik yang satu ini, tentu sudah cukup eksis dan mungkin tidak asing lagi bagi para pecinta fotografi terutama ‘pinhole addict’. Pinhole camera atau  Kamera Lubang Jarum (KLJ) adalah sebuah kamera yang terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti kaleng, karton, kardus, kayu, bahkan dari kertas yang kedap cahaya. Yang kemudian di lubangi dengan sebuah jarum dan berfungsi sebagai lensa.

Komunitas Lubang Jarum Indonesia (KLJI) , didirikan oleh fotografer senior Ray Bachtiar Dradjat pada, 17 Agustus 2002.

“Didirikan 17 Agustus 2002, sekarang sudah berusia 10 tahun dan sebentar lagi akan masuk usia yang ke 11,” ungkap Rieky Hartanto salah satu anggota aktif KLJI.

Awalnya komunitas ini ada karena kegelisahan seorang Ray Bachtiar Drajat di era digital. Terbentuknya komunitas ini berawal saat Ray  sukses memotret pagar  rumah menggunakan KLJ dari kaleng susu 800 gr, dengan negatif kertas Chen Fu tahun 1997. Berkat dukungan beberapa pihak digelarlah workshop pertama kali pada tahun 2001, yang bertempat di lokasi pembuangan sampah Bantar Gebang. Selanjutnya diadakanlah workshop tour di beberapa kota besar di Indonesia.

Rieky mengungkapkan kamera lubang jarum adalah kendaraan untuk pendidikan dan seni, KLJ menawarkan pemanjaan idealisme yang luar biasa. Ia juga menambahkan bahwa, dengan  KLJ kita dapat belajar dan merasakan seninya serta  proses yang melelahkan untuk menampilkan sebuah karya.

“Tujuannya supaya pendidikan fotografi di Indonesia sebaiknya bisa mengetahui sesuatu dari dasarnya terlebih dahulu dengan menggunakan kamera lubang jarum ini.”

Komunitas dengan motto “Menjual bukan Membeli” ini sudah banyak menggelar kegiatan yang dilakukan di Jakarta, maupun daerah-daerah lain di Indonesia. Seperti  workshop di masyarakat, instansi maupun sekolah-sekolah, pameran karya, dan lomba kreatif kamera lubang jarum.
Salah satunya yaitu turut serta dalam gelaran fotografi terbesar di Indonesia (Focus Expo 2012 dan 2013).

Kegiatan terakhir mereka adalah pameran, workshop & sesi foto model dengan menggunakan kamera lubang jarum, dalam acara CHIP FIESTA 2013 yang di laksanakan di Universitas Gunadarma, Depok.

Komunitas ini sudah tersebar di 30 kota besar di Indonesia diantaranya Jakarta , Yogyakarta , Bandung , Makassar , Lampung, Pontianak serta beberapa kota besar lainnya dengan ratusan anggota.

“Komunitas ini sudah tersebar kurang lebih di 30 kota besar di Indonesia, Jakarta sendiri kurang lebih ada 15 anggota aktifnya,” kata pria yang juga pendiri Komunitas  lubang Jarum Depok ini.

Karya yang dihasilkan dalam komunitas ini akan disimpan oleh fotografernya masing–masing . Rieky menambahkan masyarakat luas dapat melihatnya pada saat pameran atau dalam situs jejaring sosial regional KLJ masing-masing.

Acara terdekat yang akan dibuat oleh KLJI adalah mengadakan hunting menggunakan KLJ, dengan jumlah 1000 peserta, namun waktunya masih tentatif hingga saat ini.

Rieky mengungkapkan harapannya bagi perkembangan KLJ, dengan menggunakan KLJ seseorang dapat mengerti bahwa fotografi hakekatnya ialah butuh proses dan tidak instan.

“Semoga kamera lubang jarum bisa membuka wawasan para pecinta fotografi yang terlahir di era digital ini, bahwa fotografi hakekatnya tidaklah mudah dan butuh sebuah proses yang panjang. Paling tidak bisa memberikan informasi mengenai sejarah fotografi di era digital,” tuturnya kepada Media Publica.

Sebelum menutup pembicaraan, Rieky mengungkapkan jika tertarik untuk bergabung dalam KJLI dapat langsung menghubungi situs resmi komunitas tersebut.

Situs resmi : http://kljindonesia.org/
Twitter :  @official_KLJI
Facebook : https://www.facebook.com/kljindonesia.org
Email : admin@kljindonesia.org

Reporter : Putri Yuarti
Editor : Mianda Aurani

 

 3,012 total views,  3 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.