*Oleh Rati Prasasti

logo-stasiun-tv-swastaMedia Publica – Televisi merupakan sistem elektronis yang menyampaikan suatu isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak dan merupakan sistem pengambilan gambar, penyampaian, dan penyuguhan kembali gambar melalui tenaga listrik. Dengan demikian, televisi sangat berperan dalam mempengaruhi mental, pola pikir khalayak umum. Televisi bagian dari komunikasi massa yang menyediakan berbagai informasi yang up to date dan menyebarkannya kepada khalayak umum. Parwadi (2004: 28) menyatakan “Televisi adalah sistem pengambilan gambar, penyampaian, dan penyuguhan kembali gambar melalui tenaga listrik. Gambar tersebut ditangkap dengan kamera televisi, diubah menjadi sinyal listrik, dan dikirim langsung lewat kabel listrik kepada pesawat penerima”.

 

Stasiun televisi merupakan lembaga penyiaran atau tempat berkerja yang melibatkan banyak orang, dan yang mempunyai kemampuan atau keahlian dalam bidang penyiaran yang berupaya menghasilkan siaran atau karya yang baik. Dalam Morissan (2004: 9) dinyatakan bahwa: Stasiun Televisi adalah tempat kerja yang sangat kompleks yang melibatkan banyak orang dengan berbagai jenis keahlian. Juru kamera, editor gambar, reporter, ahli grafis, dan staf operasional lainnya harus saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam upaya untuk menghasilkan siaran yang sebaik mungkin Dari penjelasan di atas maka dapat diuraikan bahwa televisi sangat berpengaruh terhadap stasiun, karena stasiun merupakan suatu tempat atau kantor yang mengupayakan untuk menghasilkan siaran yang sebaik mungkin, dengan demikian melibatkan banyak orang dalam pengelolaan berita atau informasi yang akan di publikasikan.

 

Indonesia adalah Negara tertinggi dalam kuantitas waktu menonton perhari yaitu sebesar 5 jam perhari. Di abad 20 ini televisi adalah media tercepat dalam memberikan informasi ke khalayak dalam hal ini tak luput berpegangan kode etik jurnalistik yang mengaturnya. Penelitian Nielsen menyatakan persentase dalam mencari informasi di media, peringkat pertama  televisi menyumbangkan 95% peringkat kedua yaitu Internet sebanyak 30%, peringkat ketiga yaitu radio menyumbangkan sebesar 23% dan peringkat terakhir adalah Media cetak sebanyak 11%  sebagai sumber informasi.

Lalu bagaimana peran media televisi dalam menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 mendatang? Apakah media televisi masih dapat dikatakan bersikap objektif serta konperehensif dalam menyampaikan informasi tanpa ada keberpihakan?

Komisi Penyiaran Indonesia mempunyai jawaban atas posisi media televisi dalam menghadapi pemilu nanti, diantaranya penyelamatan atas adanya praktik politik di televisi sehingga memunculkan hak publik secara proporsional, media televisi harus menjadi media edukasi dalam komunikasi politik dan pendidikan pemilu, harus memenuhi hak dan kewajiban bagaimana merekrut iklan untuk pemilu.

Media televisi idealnya memberikan proposional dalam penayangan acara, sehingga dapat memberikan ruang publik yang lebih bermanfaat

 *Penulis adalah Pemimpin Redaksi LPM Media Publica 2012-2013

 2,829 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.