Ilustrasi Sumber : Padangekspres
Ilustrasi
Sumber : Padangekspres

Jakarta, Media Publica – Kenaikan Bahan Bakar Minyak atau yang kita kenal dengan BBM menuai kontra di kalangan masyarakat. Banyak hal yang menyebkan mereka tidak menyetujui kebijakan pemerintah untuk menaikkan BBM. Berikut adalah beberapa tanggapan dari segelintir kecil masyarakat Jakarta, mengenai kenaikan harga BBM.

 

Kustiatno,SE,M.Si, Dosen Fikom UPDM(B)
“Saya tidak setuju harga BBM naik karena, pemerintah menaikan harga BBM itu harus dilihat dari berbagai aspek antara lain: harus ada transparansi cost produksi perliter, misalnya kita beli premium satu liter seharga Rp.4500 tapi kita nggak tahu cost produksi yang dikeluarkan pemerintah berapa oleh karena itu, transparansi sangat dibutuhkan. Yang kedua hkita tau bahwa pendapatan perkapita di Indonesia rata-rata masyarakat pendapatannya dibawah rata-rata dan itu kewajiban pemerintah untuk melakukan subsidi, karena itu amanat UUD 1945 melindungi tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. “Melindungi” bukan berarti dalam hal keamanan saja tetapi, dari sisi kesejahteraan ekonomi harus dilindungi kalau masyarakat kemampuannya rendah ya itulah harus di subsidi. Dan yang ketiga, adanya krisis keuangan negara itu jangan serta merta mengurangi subsidi. Apa tidak ada cara lain misalnya melakukaan penghematan. Sebenarnya pemerintah sampai mengambil kebijakan menaikaan harga BBM itu sebenaarnya hanya ingin mengambil keputusan yang mudah saja tanpa mau berpikir cara lain.”

Henny Rahayu, Mahasiswi Fikom Angkatan 2009
“Nggak setuju sih BBM naik alasannya kalau BBM naik, otomatis banyak kenaikan harga dimana-mana. Contoh kecilnya yang sudah pasti jelas angkutan umum, sama bahan pokok dan nggak logis aja kalau harus naik, apalagi Indonesia itu kan punya tambang minyak sendiri, jadi buat apa kita harus bayar kelewat mahal untuk menikmati apa yang berasal dari tanah air kita sendiri.”

Harry Alfa, Mahasiswa Fikom Angkatan 2012
“Jelas nggak setuju gue kalau harga BBM naik apalagi naik nya cukup signifikan dari Rp.4500 jadi Rp.6500. Ya kalo mau naik harusnya bertahap misalnya, selama dua bulan naik Rp.500 gitu sampai nantinya Rp.6500. Mau nggak mau harus di naikin, tapi pemerintah harus cari solusi baru supaya subsidi BBM nggak salah sasaran seperti sekarang ini.”

Fauzi T. Margakarta, Mahasiswa Fikom Angkatan 2011
“Tidak setuju pastinya dengan harga bbm naik, itu akan berimbas dengan naiknya semua harga kebutuhan. Efeknya akan terjadi pada masyarakat menengah ke bawah. Seharusnya pemerintah mempertimbangkan kembali sebab akibatnya dan memperbaiki fasilitas-fasilitas umum yang ada apabila harga BBM akan terus dinaikan, bahkan mungkin saja nantinya bisa mencapai Rp.20.000 perliter, suatu saat nanti kalau dinaikin terus.”

 

Reporter : Diki Tribudisusilo

Editor : Mianda Aurani

1,106 total views, 8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.