Foto progres pembangunan gedung FKG UPDM(B) Bintaro, per 27 Mei-2 Juni 2013 Foto : dok UPDM(B)
Foto progres pembangunan gedung FKG UPDM(B) Bintaro, per 27 Mei-2 Juni 2013
Foto : dok UPDM(B)

“Jangan sampai ada celah untuk mencari keuntungan”

Proses pembangunan di kedua gedung baru Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang akan digunakan sebagai gedung perkuliahan di Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Jalan Bintaro Permai Raya No. 3, Jakarta Selatan dan Laboratorium Terpadu untuk tiga fakultas di Jalan Swadharma Raya No. 54, Jakarta Barat, telah memasuki bulan keenam.

Ketua Tim Pembangunan, Drs. Soenardi Dwijosusatro, M.Si, menjelaskan bahwa walaupun masih belum ditemukan kendala yang berarti dalam pembangunannya, namun tim sendiri akan terus memantau dan melakukan kontrol agar tidak ada satu rupiah pun yang diselewengkan dari dana anggaran.

“Kita optimis akan selesai sesuai target dan pasti akan selalu kita kontrol agar tidak ada sedikit pun celah untuk mencari keuntungan,” terangnya. Ia mengatakan hingga saat ini proses pembangunan gedung masih berjalan sesuai rencana dan diharapkan akan sesuai target perampungan hingga November 2013 mendatang.

Sesuai dengan laporan dari PT Delta Bravo Indonesia selaku kontraktor dari pembangunan dua gedung tersebut, tercatat sampai tanggal 2 Juni 2013, kontraktor telah mengerjakan bagian pondasi hingga lantai tiga gedung Swadharma dan lantai empat gedung FKG, Bintaro. “Masih banyak yang harus dilakukan, seperti pembangunan instalasi listrik, tempat pengolahan limbah dan pembangunan elevator dikedua gedung,” jelas Soenardi.

Soenardi juga menambahkan bahwa pengerjaan pembangunan kedua gedung tersebut tidak dimulai berbarengan. Untuk gedung FKG sendiri, kontraktor telah memulainya sejak awal Januari 2013 sedangkan untuk gedung di Swadharma dikerjakan pada akhir Maret 2013. Namun Soenardi berharap kedua gedung tersebut tetap bisa rampung secara bersamaan.

Mengenai pendanaan sendiri dari info yang diterima, yayasan telah menyiapkan sekitar Rp 35 Milyar untuk mendanai pembangunan dua gedung tersebut. Dan, sekitar Rp 27 Milyar telah dikeluarkan hingga saat ini. Untuk selanjutnya, Tim Pembangunan masih akan melakukan rapat untuk membahas proses tender pengadaan fasilitas dari kedua gedung tersebut, apakah akan dilakukan secara bertahap atau mencari investor untuk menambah kekurangan dana.

Sedangkan, untuk polemik penamaan gedung FKG, hingga saat ini masih belum ada pembahasan karena drg. Henny Krishnawati, Sp.Pros, MARS selaku mantan Dekan FKG yang namanya dipakai sebagai nama gedung baru tersebut merasa keberatan. Oleh karena itu untuk penamaan gedung masih belum menemui kesepakatan. “Ibu Henny keberatan karena takut menimbulkan permasalahan lagi, jadi ya nanti kita cari nama baru,” tutupnya.

 

Reporter : Danny Kosasih

1,326 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.