De'Halilintar: (kiri) Yuda Handi Sumateja, (tengah) Rizky Damayanti, (kanan) Cheppy Setiawan Foto: Media Publica/Desi Widiastuti
De’Halilintar: (kiri) Yuda Handi Sumateja, (tengah) Rizky Damayanti, (kanan) Cheppy Setiawan
Foto: Media Publica/Desi Widiastuti

Jakarta, Media Publica – Berangkat dari sebuah ide yang tidak biasa, ‘Pelog’. Tangga nada Jawa inilah yang mengantarkan De’Halilintar menjadi juara 2 dalam ajang Periklanan Tingkat Nasional, Gandiva Festival.

Yuda Handi Sumateja, Cheppy Setiawan dan Rizky Damayanti adalah mahasiswa Fikom UPDM (B) yang membawa harum nama kampus dalam ajang ini. Mereka membuat iklan layanan masyarakat dengan ide dasar ‘Pelog’ yang kebanyakan tidak diketahui oleh mahasiswa, khususnya.

Berawal dari ‘iseng’ saat ajang ini mulai terdengar gaungnya, De’Halilintar mencoba men-download formulir dan brief lomba. Ajang ini sendiri mengenai pelestarian budaya melalui iklan. Namun, sebelum mendapat keputusan untuk membuat iklan yang bekaitan dengan ‘Pelog’, Cheppy menerangkan ada beberapa ide yang sempat muncul, seperti mengangkat masalah nasionalisme dan perkembangan teknologi komunikasi.

“Kita pakai Pelog, tapi sebelumnya kita riset dulu sebenarnya orang tahu nggak sih Pelog itu apa, jangan-jangan kalau gue pakai Pelog takutnya nggak cocok. Setelah diriset dikit, kita menemukan bahwa banyak yang nggak tahu Pelog dan kita setuju untuk angkat Pelog karena unik gitu,” jelas Yuda Handi, mahasiswa angkatan 2006.

Disamping itu, proses pembuatan iklan ini pun terbilang singkat, dalam kurun waktu dua minggu mereka berhasil membuat perencanaan konsep, menentukan tema, mempersiapkan materi hingga proses syuting dan pengeditan video iklan. Pesan yang ingin disampaikan oleh De’Halilintar sendiri melalui iklan ini adalah mengajak untuk mencintai dan mengenal budaya Indonesia. “Yuk kita mengenal budaya Indonesia, setelah itu kita tahu dan kita kembangkan,” kata Cheppy

Kesan pun diungkapkan Cheppy, bahwa Sudjiwotedjo lah yang mendukung karya mereka dalam ajang ini untuk masuk final dan menjadi juara. “Sudjiwotedjo bilang karya kita unik dan dibela mati-matian sama Sudjiwotedjo untuk menjadi finalis hingga akhirnya menjadi juara. Karena juri-juri lain menilai ini iklan, jadi nggak sebatas ide tapi juga penyampaian,” kata Cheppy, mahasiswa angkatan 2009.

Cheppy mengatakan motivasi dirinya mengikuti lomba ini adalah untuk portofolio saat terjun di dunia industri dan menambah wacana serta ilmu, karena lomba ini berbeda dengan konsentrasi yang dijalaninya. Sedangkan, Yuda mengatakan karena dirinya menyukai dunia audio visual, sehingga melalui lomba ini membuka jalannya untuk menambah karyanya. “Buat nambah pengalaman, sertifikatnya nanti kan juga dapat dipakai untuk kerja,” tutup Rizky Damayanti, yang biasa disapa Dadde dan mahasiswa angkatan 2011.

Selain itu, De’Halilintar berhasil menyisihkan tiga kandidat lainnya yang sama-sama membawa nama UPDM (B). Walaupun De’Halilintar berhasil membawa harum nama kampus, mereka mengatakan tidak mendapat dukungan dari pihak kampus.

Daripada penasaran, yuk simak video iklan ‘Triadi Belajar Nyanyi’ berikut, yang berhasil membawa De’Halilintar menjadi pemenang kedua di Gandiva Festival.

[http://www.youtube.com/watch?v=7VJtbut80Bw]

Reporter: Desi Widiastuti

1,214 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.